pemberontak komunis filipinaManila, LiputanIslam.com — Pemimpin tertinggi kelompok gerilyawan komunis Filipina, Adelberto Silva, ditangkap dalam sebuah operasi Senin malam (1/6). Ini merupakan pukulan keras bagi pemberontakan Maois yang telah berlangsung puluhan tahun setelah pendahulunya tertangkap tahun lalu, kata pejabat Filipina hari Selasa (2/6).

“Secara keseluruhan, ia adalah perancang gerakan pemberontak di seluruh negeri. Ia menyelenggarakan kegiatan pemberontak,” kata juru bicara tentara Brigadir Jenderal Joselito Kakilala kepada AFP dan dilansir Antara.

“Penangkapan itu akan berdampak besar. Itu akan mengganggu kegiatan dan arah strategis mereka,” tambah Kakilala.

Pasukan keamanan Filipina pada Maret tahun lalu menangkap ketua organisasi pemberontak komunis CPP, Benito Tiamzon dan istrinya, Wilma Tiamzon, yang menjadi sekretaris jenderal partai itu.

Sesudah gerakan bersenjata yang menewaskan ribuan orang di seluruh negara itu, Kakilala menyatakan pemberontak komunis kini memiliki kurang dari 4.000 petempur.

Kakilala menyatakan “si rendah hati” Silva, yang umur dan latar belakangnya tidak diungkapkan atau dikenal, mengambil alih kepemimpinan CPP dan sayap militernya, NPA, setelah Tiamzons ditangkap.

Polisi menyatakan Silva ditangkap di persembunyiannya di kota Bacoor di pinggiran selatan Manila pada Senin malam bersama pria lain dan seorang wanita. Ia tinggal di rumah itu satu tahun dan berperan sebagai pengusaha, kata laporan polisi.

Polisi menyatakan telah menyita perangkat elektronika, granat, dan dokumen di persembunyian itu.

Silva akan diadili atas pembunuhan 15 orang, yang jasadnya ditemukan di kuburan massal di pulau Leyte, Filipina tengah, pada 1985.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL