lee kuan yewSingapura, LiputanIslam.com — Pemimpin senior dan pendiri negara Singapura, Lee Kuan Yew, meninggal dunia dalam usia 91 tahun, Minggu malam (22/3). Demikian seperti dilansir BBC News, Senin dini hari.

Lee telah dirawat di rumah sakit selama lebih dari sebulan setelah kesehatannya memburuk. Minggu lalu, kesehatan Lee bertambah buruk mendorong kekhawatiran publik Singapura bahwa nyawa pemimpin yang mereka hormati itu tidak bisa ditolong lagi.

BBC melaporkan, Senin pagi (23/3), orang-orang telah berdatangan ke rumah sakit tempat Lee dirawat untuk memberikan penghormatan, termasuk orang tua bersama anak-anaknya, sebelum berangkat sekolah dan bekerja. Sementara stasiun-stasiun televisi dan radio menyiarkan paket siaran tentang kehidupan Lee.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong, yang tidak lain adalah putra Lee, menyatakan kesedihannya atas meninggalnya ayahnya itu. Ia adalah pengunjung setia ayahnya saat menjalani perawatan. Pada hari Jumat lalu (20/3) ia sempat memposting foto dirinya saat masih bayi, yang tengah digendong ayahnya.

“Demikian banyak kenangan indah dalam hidup,” tulisnya.

Pemakaman jenasah Lee akan dilangsungkan dengan upacara kenegaraan pada tanggal 29 Maret mendatang.

Sekjen PBB Ban Ki-moon telah mengatakan kesedihannya atas meninggalnya Lee, demikian juga dengan Presiden AS Barack Obama yang menyebutnya sebagai “sejarah besar’.

Sebelum meninggal, Lee merupakan pemimpin dunia terbesar yang masih hidup setelah pemimpin-pemimpin se-angkatannya telah terlebih dahulu mendahuluinya, termasuk Presiden Soeharto dan Ferdinand Marcos.

Selama berkuasa sebagai pemimpin Singapura selama 31 tahun, Lee Kuan Yew, berhasil membangun negara kecil Singapura menjadi negara yang maju sebagai pusat perdagangan dan keuangan dunia, meski pada saat yang sama dikritik karena gaya kepemimpinannya yang otoriter.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*