pengadilan sewolSeoul, LiputanIslam.com — Pemimpin perusahaan operator kapal feri “Sewol” yang tenggelam bersama ratusan penumpangnya bulan April lalu, mulai menjalani persidangan. Ia didakwa dengan dakwaan pembunuhan karena kelalaian yang mengancamnya dengan hukuman seumur hidup.

Sebagaimana laporan BBC, hari ini (20/6), Kim Han-sik (73 tahun), pemimpin perusahaan Chonghaejin Marine dan 4 pegawai perusahaan lainnya menghadapi dakwaan yang sama. Perusahaan diketahui secara rutin telah melanggar batas maksimal angkutan barang. Hal inilah yang dipastikan menjadi faktor utama tenggelamnya feri “Sewol”.

Dalam sidang terpisah yang digelar minggu lalu, kaptel kapal  beserta 14 awak kapal lainnya menghadapi beberapa dakwaan sekaligus terkait kegagalan mereka menyelamatkan penumpang dari maut.

Setidaknya 292 penumpang kapal feri “Sewol” tewas dalam tragedi tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar dari satu sekolah menengah yang tengah berlibur.

Tragedi ini sangat mengguncang pemerintah dan rakyat Korea Selatan. Memaksa perdana menteri dan menteri transportasi mengundurkan diri dan presiden berkali-kali menyatakan permohonan ma’af kepada publik. Tidak hanya itu, presiden pun juga telah mereorganisir satuan Pengawal Pantai dan merombak kabinet.

Di sisi lain, tragedi ini juga menciptakan satu drama kriminal terbesar sepanjang sejarah Korea dimana pemilik perusahaan operator kapal, Yoo Byung-eun, kini menjadi buronan terbesar Korea Selatan.

Setidaknya 2 kali polisi mengerahkan ribuan anggotanya untuk menangkap Yoo di kediamannya dan di markas sekte gereja yang dipimpinnya. Polisi pun telah menggelar sayembara dengan hadiah $500.000 untuk menangkap Yoo, namun Yoo tetap tidak ditemukan.

Sementara itu para penyelam masih berusaha mencari jasad korban yang terjebak di bangkai kapal di dasar laut. 12 orang dinyatakan masih berada di dalam bangkai kapal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL