paus abbas2Roma, LiputanIslam.com — Paus Franciskus menyebut pemimpin Palestina Mahmoud Abbas sebagai ‘malaikat perdamaian’ dalam pertemuannya dengan Abbass di Vatikan, Sabtu kemarin (16/5).

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, dalam pertemuan yang berlangsung singkat, yaitu 20 menit itu, Abbas dan Paus Franciskus saling bertukar pandangan tentang hubungan kedua entitas negara itu, terutama perjanjian kerjasama keduanya yang hingga kini belum dibuka secara rinci di hadapan publik.

Pertemuan itu digelar hanya tiga hari setelah pada hari Rabu (13/5) Vatikan mengumumkan adanya kesepakatan dengan Palestina bagi pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat, langkah yang ditentang keras oleh Israel dan AS.

“Israel kecewa dengan keputusan Tahta Suci atas kesepakatan atas formulasi akhir perjanjian dengan Palestina termasuk penggunaan kalimat ‘Palestinian State’,” kata Kementrian Luar Negeri Israel dalam pernyataan resmi setelah pengumuman hari Rabu.

Israel menyebut langkah tersebut tidak membawa ke arah perdamaian dan perundingan langsung antara Israel dengan Palestina.

“Israel akan mempelajari perjanjian itu untuk  mempertimbangkan langkah selanjutnya,” tambah Kemenlu Israel.

Deputi Menlu Vatikan Antoine Camilleri mengatakan dalam sebuah wawancara minggu ini bahwa perjanjian dengan Palestina memakan waktu selama 15 tahun. Hal itu mencerminkan bentuk harapan Vatikan bagi tercapainya solusi bagi bangsa Palestina serta berakhirnya konflik Palestina dengan Israel berdasarkan pada ‘solusi 2 negara’.

“Perjanjian itu, bahkan mungkin dengan cara yang tidak langsung, akan membantu Palestina dalam membentuk dan mendapatkan pengakuan sebagai negara demokratis yang independen dan berdaulat,” kata Camilleri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL