jendral diandereOuagadougou, LiputanIslam.com — Pemimpin kudeta di Burkina Faso menyatakan siap untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil serta membebaskan pejabat yang disandera, setelah militer berbaris masuk ke ibukota dan menyerukan pelaku kudeta untuk menyerah.

Jendral Gilbert Diendere yang memimpin kudeta hari Kamis (17/9) yang dilakukan pasukan pengawal kepresidenan, juga menyatakan permintaan ma’af kepada rakyat. Namun ia juga mengancam terjadinya kekacauan. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Senin petang (21/9).

Jendral Gilbert merupakan sekutu dekat mantan presiden Blaise Compaore yang terjungkal dari kekuasaannya akhir tahun lalu. Ia dilarang untuk mengikuti pilpres bulan depan dan diduga hal ini menjadi motif terjadinya kudeta. Pasukan pengawal kepresidenan yang melakukan kudeta juga dikenal masih loyal kepada Compaore.

Perancis yang adalah bekas penguasa Burkina Faso telah menyerukan kepada pelaku kudeta untuk meletakkan senjata atau menghadapi konsekuensi serius.

Pada hari Senin Presiden Kafando dikabarkan mengungsi ke Kedubes Perancis menyusul kabar bahwa ia telah disandera oleh para pelaku kudeta. Namun dipastikan Perdana Menteri Yacouba Isaac Zida masih berada di bawah penahanan pasukan pengawal kepresidenan.

“Saya membenarkan dengan otorisasi Presiden Kafando, ia berada di Kedubes Perancis,” kata Dute Besar Perancis Gilles Thibault dalam akun resminya di Twitter.

Dalam pernyataan tersebut Jendral Diendere mengatakan siap menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil berdasar proposal yang diajukan mediator-mediator regional. Ia juga menyatakan siap untuk melepaskan Perdana Menteri Yacouba Isaac Zida.

Namun keberadaan Jendral Diendere sendiri masih tidak diketahui dan desas-desus menyebutkan ia berada di rumah seorang tokoh masyarakat.

Sebelumnya pemimpin militer memerintahkan pelucutan senjata pasukan pengawal kepresidenan tanpa harus terjadi tembak-menembak.

“Mereka (pasukan pengawal kepresidenan) dan keluarganya akan dilindungi,” kata jubir militer kepada wartawan.

Media-media setempat melaporkan sejumlah besar pasukan dari berbagai wilayah telah bergerak ke ibukota. Sementara ratusan orang menyambut kedatangan mereka dan percaya bahwa kudeta telah berakhir.

Para mediator dari West African Ecowas dikabarkan telah mengusulkan penghentian krisis dengan pemilu yang diikuti juga oleh regim lama dan pemberian amnesti kepada para pelaku kudeta. Namun proposal itu ditolak oleh sejumlah besar kalangan. Demikian BBC News melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL