choe yong gonSeoul, LiputanIslam.com — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan telah menghukum mati Wakil Perdana Menteri Choe Yong-gon pada bulan Mei lalu karena dianggap menentang kepemimpinannya. Ia menjadi bagian dari puluhan pejabat tinggi yang dihukum mati selama kepemimpinan Kim.

Kantor berita BBC News melaporkan, Kamis (13/8), dengan mengutip laporan kantor berita Korsel Yonhap bahwa Choe dihukum mati karena ‘menunjukkan ketidaksenangan atas kebijakan di bidang kehutanan oleh pemimpin muda itu (Kim)’.

Yonhap melaporkan hampir 70 pejabat tinggi telah dihukum mati di bawah perintah Kim Jong-un. Namun tidak ada konfirmasi dari pemerintah Korut, sementara media setempat juga tidak melaporkan hal itu.

Pejabat Kementrian Unifikasi Korsel mengatakan Choe terakhir terlihat adalah pada bulan Desember 2014 lalu. Kementrian ini mengaku terus melakukan monitoring tentang kondisi Choe. Namun tidak ada keterangan lebih detil yang diberikan, ataupun dilaporkan oleh Yonhap, yang seringkali memberitakan peristiwa-peristiwa terkini terkait dengan kepemimpinan Kim Jong Un berkat kedekatannya dengan dinas inteligen Korsel.

Choe Yong-gon penah menjadi Wakil Menteri Konstruksi dan Industri Bangunan dan pernah menjadi wakil Korut dalam pertemuan perdangan dengan Korsel pada pertengahan tahun 2000-an. Pada bulan Juni tahun lalu ia diangkat menjadi satu dari 7 orang Wakil Perdana Menteri dan hal itu dipandang sebagai niat baik Korut untuk meningkatkan hubungan dengan Korsel.

Pada bulan April lalu Dinas Inteligen Korsel melaporkan kepada parlemen bahwa Kim Jong-un telah menjatuhi hukuman mati kepada 15 pejabat tinggi dalam 4 bulan pertama tahun 2015. Di antara mereka adalah pejabat kehutanan yang menentang rencana Kim Jong Un, namun tidak ada laporan apakah ia adalah Choe Yong-gon.

Sebulan kemudian, pada bulan Mei, Yonhap melaporkan Menhan Hyon Yong-chol dihukum mati dengan cara ditembak dengan meriam anti-pesawat, karena menunjukkan ketidakloyalan kepada Kim Jong-un dengan tertidur dalam sebuah acara yang dihadiri Kim.

Saat ini Korut tengah dilanda kekerangan hebat yang menimbulkan ancaman terjadinya wabah kelaparan karena kegagalan panen. Pemerintah Korut sendiri mengakui kekeringan tahun ini adalah yang terburuk dalam satu abad terakhir dengan sekitar sepertiga sawah telah mengering.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL