Panmunjon, LiputanIslam.com—Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in hari ini melakukan pertemuan bersejarah di perbatasan desa Panmunjom di Zona Demilitarisasi Korsel.

Pertemuan pada Jumat (26/4/2018) ini merupakan pertama kalinya bagi kedua pemimpin Korea selama lebih dari satu dekade. Kim datang ditemani oleh adiknya, Kim Yo-jong, dan kepala negara Korut berumur 90 tahun, Kim Yong-nam.

Dalam pertemuan ini, presiden Korea Selatan menyampaikan harapannya untuk mencapai “perjanjian yang berani.”

“Saya harap kita terlibat dalam pembicaraan jujur dan mencapai perjanjian yang berani maka kita akan dapat memberikan hadiah yang besar bagi seluruh rakyat Korea dan orang-orang yang menginginkan kedamaian,” ucap Moon..

Menurut informasi dari pejabat Korsel, kedua negara diperkirakan akan merilis pernyataan bersama pada Jumat malam yang kemungkinan dinamakan Deklarasi Panmunjom. Deklarasi ini diduga akan menguraikan beberapa isu, termasuk denuklirisasi, perdamaian, dan promosi hubungan bilateral.

Sebelum pertemuan dimulai, Kim diberitakan sempat berhenti untuk menandatangani buku tamu di Rumah Damai Korea Selatan. Ia kemudian menulis, “Sejarah baru dimulai sekarang. Sebuah era perdamaian, dari awal mula sejarah,”

Pertemuan ini juga bersejarah bagi Kim, karena ia merupakan pemimpin Korut pertama yang melewati garis demarkasi militer ke Korsel sejak Perang Korea berakhir pada 65 tahun lalu. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*