abelaSydney, LiputanIslam.com — Nathan Abela (24 tahun), salah seorang pemimpin kelompok anti Islam Australian Defence League (ADL) menjadi sasaran penembak gelap di rumahnya di daerah Greystanes, Sydney barat, Rabu (3/4) malam sekitar pukul 11 waktu setempat.

Abela selamat dari kejadian itu namun mengalami cedera bahu. Dalam keterangannya kepada polisi, Abela mengatakan malam itu ada orang mengetuk pintu dan memanggil namanya. Ia pun bermaksud membukakan pintu.

“Mereka tanya, apakah saudara bernama Nathan? Dan secara spontan saya jawab “iya”. Saat itu juga mereka langsung menembak,” jelasnya.

Pada momen itu, katanya, ia langsung menghindar dari arah pintu ke sisi ruangan lainnya.

“Begitu saya iyakan, langsung terdengar beberapa kali tembakan,” tambah Abela lagi.

Tidak ada korban dalam penembakan ini. Abela tinggal di rumah itu bersama ibu dan saudara perempuannya.

Abela dikenal sebagai pemimpin organisasi anti Islam bernama the Australian Defence League untuk wilayah Sydney Barat. Kelompok ini langsung memposting video sebagai tanggapan atas penembakan tersebut. Menurut mereka, Abela “dalam kondisi baik dan akan kembali berjuang, lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya”.

Menurut saksi mata, sebuah mobil berwarna perak terlihat meninggalkan lokasi usai kejadian. Polisi mengatakan, penembakan ini dilakukan secara terencana dan meminta semua pihak yang memiliki informasi untuk membantu proses penyelidikan.

Superintenden Scott Whyte mengatakan, polisi juga telah memperingatkan Abela dan kelompoknya untuk tidak melakukan pembalasan.

“Polisi tidak akan membiarkan perbuatan kriminal dibalas dengan perbuatan kriminal lainnya,” katanya. “Siapa pun yang bertindak di luar hukum akan mendapat tindakan tegas dari polisi.”(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*