cy leungHongkong, LiputanIslam.com — Pemimpin Hongkong, CY Leung menegaskan penolakannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya, namun ia menawarkan perundingan dengan para demonstran untuk mengakhiri krisis yang kini terjadi di Hongkong akibat aksi-aksi demonstrasi.

Berbicara di depan pers sebelum batas waktu yang ditetapkan demonstran bagi pengunduran dirinya, Kamis (2/10) malam, Leung mengatakan, “saya tidak akan mundur karena harus melanjutkan tugas mempersiapkan pemilihan.” Demikian sebagaimana laporan BBC News.

Leung merujuk pada pemilihan Kepala Eksekutif (gubernur) Hongkong tahun 2017 mendatang yang memicu aksi-aksi demonstrasi setelah pemerintah Cina menetapkan Komisi Pemilihan yang akan menyeleksi kandidat-kandidat Kepala Eksekutif. Para demonstran menuduh pemerintah Cina telah mengebiri demokrasi di Hongkong dan menuntut pemilihan langsung tanpa seleksi oleh Komisi Pemilihan.

Leung juga mengingatkan para demonstran untuk tidak mencoba menduduki kantor-kantor pemerintah dan mengingatkan bahwa hal itu akan “membawa konsekuensi serius”.

Saat ini para demonstran telah mengepung 2 komplek kantor pemerintahan dan mengancam akan mendudukinya jika tuntutan-tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Selanjutnya Leung menunjuk pejabat Sekretaris Daerah Carrie Lam, untuk berdialog dengan para demonstran. Langkah ini menanggapi surat terbuka yang dikeluarkan Federasi Pelajar Hongkong yang menuntut pembicaraan dengan pemerintah Hongkong.

“Malam ini, Federasi Pelajar Hongkong mengeluarkan surat terbuka meminta pertemuan dengan Sekretaris Daerah sebagai wakil pemerintah Hongkong, untuk mendiskusikan satu hal, yaitu perkembangan konstitusional Hongkong,” kata Leung.

“Saya telah mempelajari surat terbuka itu dengan detil, dan saya menunjuk Sekretaris Daerah untuk mewakili pemerintah Hongkong untuk bertemu dengan wakil-wakil dari Federasi Pelajar Hongkong untuk membicarakan hal-hal tentang perkembangan konstitusi,” tambah Leung.

Seorang pemimpin demonstran mengatakan bahwa pihaknya akan hadir dalam pertemuan tersebut namun bersikukuh untuk memaksa Leung mengundurkan diri karena menganggapnya telah “kehilangan integritas”.

Kelompok demonstran yang lebih besar, Occupy Central, menanggapi pernyataan Leung tersebut menyatakan harapan bahwa pembicaraan tersebut akan menjadi titik balik dari kebuntuan politik.

“Namun kami menegaskan pandangan kami, bahwa Kepala Eksekutif Leung Chun-ying adalah orang yang bertanggungjawab atas kebuntuan ini, dan karenanya ia harus mundur,” demikian pernyataan Occupy Central.

Pernyataan Leung tersebut untuk sementara berhasil menurunkan ketegangan setelah batas waktu pengunduran diri Leung terlewati. Perhatian selanjutnya adalah tawaran apa yang akan diberikan pemerintah Hongkong kepada demonstran dalam perundingan.

Namun sebelum itu masih ada masalah teknis yang sangat serius, yaitu tentang dimana pembicaraan itu diadakan. Para demonstran selama ini menuntut pembicaraan dilakukan secara terbuka, dan hal itu sangat sulit untuk diwujudkan karena dianggap mempermalukan pemerintah.

Steve Hui, jubir kepolisian Hong Kong mengatakan kepada pers bahwa pemerintah tidak akan mentolerir tindakan ilegal mengepung kantor-kantor pemerintah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL