hongkong tentsHongkong, LiputanIslam.com — Para pemimpin gerakan “Occupy Central” yang menggalang aksi-aksi demonstrasi besar-besaran beberapa minggu terakhir di HOngkong akhirnya “menyerah” dan meminta para demonstran untuk menghentikan aksinya.

Hari Selasa (2/12) petang, tiga pendiri “Occupy Central” Benny Tai, Chan Kin-man dan Chu Yiu-ming juga mengumumkan rencananya menyerahkan kepada polisi hari ini (3/12). Demikian BBC News melaporkan, Selasa (2/12) petang.

Occupy Central merupakan inisiator gerakan demonstrasi menuntut demokrasi di Hongkong yang telah berlangsung hampir 2 bulan. Namun dalam beberapa waktu terakhir peran mereka diambil alih oleh kelompok mahasiswa.

Pemimimpin mahasiswa Joshua Wong kini tengah menjalani aksi mogok makan dengan tuntutan bisa bertemu para pemimpin HOngkong untuk merundingkan masalah demokrasi di Hongkong.

Occupy Central dan para pemimpin gerakan mahasiswa menginginkan Cina mencabut ketetapan tentang pemilihan pemimpin Hongkong tahun 2017 mendatang. Dalam ketetapan itu para kandidat pemimpin Hongkong harus mendapatkan ijin dari lembaga pemilihan yang dibentuk pemerintah Cina.

“Aksi-aksi demonstrasi menuntut demokrasi Hongkong telah kehabisan energi dan pilihan-pilihannya. Pengumuman Benny Tai, sebenarnya telah direncanakan sejak lama dan hanya menjadi pembenar masalah ini. Setelah hampir 2 bulan gerakan ini tidak mendapatkan konsesi apapun dari pemerintah Hongkong, apalagi pemerintah Cina,” tulis BBC dalam laporannya.

“Musim dingin telah datang. Dukungan publik semakin menurun seiring jumlah demonstran yang semakin sedikit. Sementara polisi semakin tegas bertindak. Maka, riskonya bagi demonstran yang tinggal, adalah tertangkap atau terluka,” tambah BBC.

Chu Yiu-ming tampak menyeka mukanya yang basah oleh air mata saat pengumuman rencana penyerahan diri tersebut.

Dalam pengumuman yang dibacakan Benny Tai, para pemimpin demonstran itu mengatakan bahwa rencana penyerahan diri kepada polisi hari ini merupakan bentuk “komitmen dan tanggungjawab”.

“Demi keselamatan para demonstran, demi tujuan kami sejak awal atas cinta dan perdamaian, saat kami bersiap untuk menyerahkan diri, kami mendesak pada demonstran untuk mundur, menanamkan akar yang dalam di tengah masyarakat dan mengubah gerakan menjadi gerakan yang lebih luas,” demikian pernyataan tersebut.

Occupy Central merencanakan akan meneruskan gerakannya melalui aksi-aksi “debat publik”, pendidikan warga, dan penggalangan dan bagi kelompok-kelompok demokrasi.

Sementara itu Joshua Wong mulai melakukan aksi mogok makannya hari Senin (1/12) petang, bersama dengan 2 rekannya yang lain. Mereka berharap aksinya akan mendorong pemerintah Hongkong kembali membuka pintu dialog bagi berlangsungnya proses reformasi.

“Kami mengakui bahwa situasinya sulit di masa mendatang untuk melakukan aksi yang lebih keras, maka daripada harus menerima pukulan tongkat dan gas air mata, kami ingin menggunakan badan kami sebagai penarik perhatian publik,” kata Wong.

Sebelumnya, pada hari Minggu malam hingga Senin dini hari, ratusan demonstran terlibat bentrok sengit dengan polisi setelah mereka mencoba menduduki kembali kawasan pemerintahan Admiralty.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL