kadyrovGrozny, LiputanIslam.com — Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov mengecam standar ganda yang diterapkan negara-negara Eropa terhadap masalah terorisme. Ia menuduh para pemimpin barat memanfaatkan sentimen anti-Islam demi mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya.

Seperti dilaporkan Russia Today, Rabu (14/1), Kadyrov menyatakan kecamannya itu melalui Instagram.

“Mengapa para presiden, raja dan perdana menteri tidak pernah berbaris untuk melakukan protes atas kematian ratusan ribu warga Afghanistan, Suriah, Mesir, Libya, Yaman dan Irak? Mengapa mereka diam saat terjadi serangan bom di kantor pemerintahan Chechnya atau saat teroris membom Stadion Grozny dan membunuh Presiden Chechnya Akhmad-Haji Kadyrov dan pembantu-pembantunya? Mengapa mereka tidak bereaksi atas serangan terhadap sekolah di Beslan dan penyanderaan di Teater Dubrovka Moskow? Mengapa mereka diam ketika teroris menyerang House of Press dan sekolah di Grozny, membunuh dan melukai lebih dari 50 orang?” Tulis Kadyrov dalam pesannya.

“Tidaklah mungkin menjaga keamanan Paris, London, Madrid dan ibukota negara-negara Eropa lainnya jika seluruh masyarakatnya tidak mau mengutuk mereka yang membina dan melatih teroris di seluruh dunia yang menyamar sebagai gerakan oposisi,” tambah Kadyrov.

Lebih jauh ia menuduh suatu “kekuatan besar” telah merencanakan semua itu untuk memicu munculnya sentimen anti-Islam di Eropa dan mengalihkan perhatian publik dari persoalan dunia.

Kemudian, meski turut mengecam aksi terorisme terhadap majalah Charlie Hebdo, Kadyrov mengingatkan bahwa jutaan umat Islam akan bersedia turun ke jalanan untuk membela Nabinya.

“Jika selama ini kami diam bukan berarti kami tidak bisa mengerahkan jutaan orang untuk turun ke jalanan menentang mereka yang menghina perasaan umat Islam. Inikah yang Anda inginkan (pemimpin-pemimpin barat)?” Tulis Kadyrov lagi.

Tidak hanya itu, Kadyrov juga menuduh media massa barat telah terlibat dalam skandal yang menghina umat Islam di seluruh dunia.

“Perdamaian dan stabilitas lebih berharga bagi semua orang daripada kebebasan pers untuk menghina Nabi,” tambah Kadyrov lagi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*