kadyrovGrozny, LiputanIslam.com — Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengancam akan menyerang balik ISIS jika kelompok itu berani menyerang Rusia. Ancaman itu sebagai respon atas ancaman yang dilakukan ISIS untuk menyerang Rusia di kawasan Kaukasus.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita RIA Novosti, Kamis (4/9), ancaman Kadyrov itu disampaikan melalui “Instagram”, tidak lama setelah ISIS merilis video ancaman kepada Rusia.

“Mengambil semua tanggungjawab, saya menyatakan bahwa mereka melakukan ancaman kepada Rusia, atau siapapun yang menghina presiden kita Vladimir Putin, akan dihancurkan dimana pun mereka berada. Kami tidak akan menunggu untuk membiarkan mereka berada di belakang kemudi pesawat terbang. Mereka akan pergi ke tempat di mana rekan-rekan mereka membusuk,” tulis Kadyrov.

Kadyrov menyebutkan bahwa ISIS dan kelompok-kelompok militan di Irak dan Suriah telah dilatih dan dipersenjatai oleh AS dan sekutu-sekutu baratnya dengan tujuan menghancurkan negara-negara Islam.

Muncul sejak tahun 2012 memerangi pemerintah Suriah, kelompok ini dengan cepat mendapatkan reputasi buruk karena kebrutalannya. Pada tahun 2014 kelompok ini mengalihkan sebagian operasinya ke Irak, setelah gagal menumbangkan pemerintahan Suriah.

Setelah menguasai sejumlah wilayah di Irak utara termasuk kota Mosul, pada akhir Juni lalu ISIS memproklamirkan kekhilafahan Islam di Irak dan Suriah.

Sementara itu Kadyrov dan pendukung-pendukungnya juga telah dikenal sebagai kelompok yang sangat militan. Sempat memerangi pemerintah Rusia dalam Perang Chechnya I tahun 1994, ia dan pendukungnya membelot ke Rusia dalam Perang Chechnya II tahun 1999 dimana akhirnya Rusia berhasil memadamkan pemberontakan. Sejak itu ia dikenal sebagai pendukung setia Presiden Vladimir Putin.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL