bangkokBangkok, LiputanIslam.com — Harapan rakyat Thailand untuk kembali memiliki pemimpin yang dipilih langsung oleh mereka kemungkinan akan tertunda lagi. Ini setelah seorang pejabat tinggi regim militer menyebutkan bahwa pemilu mendatang kemungkinan baru bisa dilaksanakan satu setengah tahun mendatang.

Ini berarti lebih lama dari janji Perdana Menteri Jendral Prayuth Chan-ocha beberapa waktu lalu yang menjanjikan pemilu setidaknya dilaksanakan pada akhir tahun depan.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (27/11), Menkeu Thailand Sommai Phasee mengatakan bahwa pemilu mendatang kemungkinan baru akan dilangsungkan satu setengah tahun mendatang atau sekitar pertengahan tahun 2016.

Tentang pernyataan Jendral Prayuth sebelumnya, Phasee mengatakan bahwa pernyataannya itu berdasarkan diskusi dengan Jendral Prayuth minggu lalu.

“Seperti diumumkan oleh Perdana Menteri, ini bisa berlangsung dalam setahun. Namun menurut perhitungan saya, saya rasa, mungkin, satu setengah tahun,” kata Phasee kepada BBC.

Phasee juga menegaskan bahwa tidak ada batasan waktu dalam hukum darurat militer hingga kondisi dipastikan telah benar-benar aman.

“Ini (hukum darurat) adalah sesuatu yang dibutuhkan Perdana Menteri untuk mengatasi masalah keamanan,” katanya lagi.

Ekonomi Thailand mengalami stagnasi tahun ini setelah pada awal tahun sempat mengalami penurunan akibat aksi-aksi protes terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra. Phasee berharap tahun ini masih terjadi kenaikan ekonomi antara 1 sampai 1,2 %. Ia memperkirakan mulai pertengahan tahun depan pertumbuhan akan mencapai tingkat 4-5% per-tahun.

Untuk mencapai tahap itu, ia menyebutkan bahwa regim militer akan melakukan kebijakan stimulus berupa subsidi bagi petani.

Sejak terjadinya kudeta militer bulan Mei lalu, ekonomi Thailand mengalami pukulan keras dengan berkurangnya kunjungan wisatawan asing dan merosotnya ekspor dan ditambah turunnya belanja domestik. Ketidak pastian politik yang terjadi sejak tahun lalu, ketika rakyat melakukan aksi-aksi menentang pemerintahan perdana menteri Yingluck Shinawatra, membuat dunia usaha mengalami ketidak-pecayaan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL