Texas, LiputanIslam.com– Tiga pemilik tanah di Texas dan sebuah kelompok pejuang lingkungan telah mengajukan gugatan melawan deklarasi ‘darurat nasional’ oleh Presiden Donald Trump. Gugatan itu dibawa ke pengadilan federal di Distrik Columbia pada hari Jumat (15/2), dengan mengklaim bahwa pemilik tanah Texas selatan diberitahu oleh pemerintah bahwa tembok perbatasan dengan Meksiko, akan segera dibangung dengan melewati tanah mereka.

Pada Jumat (15/2) lalu, Trump mendeklarasikan kondisi darurat nasional setelah Kongres menolak anggaran untuk membangung tembok perbatasan AS-Meksiko. Kondisi darurat nasional, jika tidak diblokir oleh pengadilan atau Kongres, akan memungkinkan Trump untuk memanfaatkan dana-dana yang sudah dianggarkan Kongres untuk tujuan lain untuk membangun tembok perbatasan.

Trump sangat berambisi membangun tembok perbatasan Amerika Serikat (AS) dengan Meksiko, namun ditolak oleh Partai Demokrat dengan alasan tembok itu tidak perlu dan memboroskan anggaran.

Sementara menurut Trump, pembangunan tembok sangat diperlukan guna membatasi  imigran ilegal dan penyelundupan narkoba. Imigran gelap dianggap bisa membuat lapangan kerja bagi warga AS berkurang dan membersihan AS dari narkoba. Pembangunan tembok ini juga menjadi janji kampanye Donald Trump pada pemilu sebelumnya.

Awalnya, Trump sempat memaksa Meksiko untuk mendanai pembangunan tembok senilai US$25 miliar dengan panjang 1.600 kilometer ini. Pemerintah Meksiko menolak, meskipun AS melakukan berbagai sanksi dan embargo terhadapnya. Bahkan Trump melakukan aksi pemisahan anak-anak dari orang tua imigran di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Aksi ini memisahkan hampir 2.000 anak dari orang tua mereka di perbatasan AS dan Meksiko antara pertengahan April dan akhir Mei lalu. Aksi ini mendapat banyak kritikan dan kecaman sehingga dihentikan.

Kemudian Trump melakukan ‘shut down’ (penghentian operasional pemerintahan) untuk menekan Kongres agar mengesahkan dana pembiayaan tembok. Dan kini, Trump pun mendeklarasikan kondisi national emergency. (ra/aljazeera/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*