jack-ma-alibabaBeijing, LiputanIslam.com — Pendiri dan pemilik Alibaba Group, Jack Ma, melonjak kekayaannya setelah perusahaannya berhasil meraih pendapatan mengesankan dalam penjualan saham perdana (IPO) di bursa saham New York minggu lalu. Kini ia menjadi manusia terkaya di Cina dan salah seorang terkaya di dunia.

Menurut laporan lembaga survei Hurun Report yang dikutip BBC News, Selasa (23/9) petang, Ma kini menempati peringkat pertama manusia terkaya Cina dengan kekayaan mencapai $25 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Ma mengalahkan boss Wanda Group Wang Jianlin di tempat kedua.

Dari daftar 10 manusia terkaya Cina, 5 berasal dari sektor bisnis internet, mengalahkan pengusaha-pengusaha properti yang sebelumnya selalu mendominasi.

Selain Alibaba dan Wanda, perusahaan internet yang pemiliknya menguasai daftar manusia terkaya Cina adalah Tencent dengan bosnya Pony Ma, Baidu (Robin Li), dan JD.com (Richard Liu).

JD.com juga sudah terdaftar di bursa saham New York sejak Agustus lalu.

Pimpinan Hurun Report Rupert Hoogewerf mengatakan, daftar tersebut menunjukkan bahwa “semangat kewirausahaan masyarakat Cina tidak pernah redup”.

“Jack Ma adalah orang ke-11 yang pernah menduduki posisi manusia terkaya di Cina dalam 16 tahun terakhir, ini menunjukkan dinamika ekonomi Cina dan penanda yang sangat jelas tentang potensi pertumbuhan yang kini disadari di dalam pasar yang muncul,” kata Rupert.

Laporan Hurun Report dianggap sebagai laporan yang terpercaya keakurasiannya dan telah mengeluarkan daftar tersebut dalam 16 tahun terakhir.

Individu dan keluarga-keluarga kaya harus memiliki kekayaan hingga $2,3 miliar tahun ini, untuk bisa masuk dalam daftar. Jumlah itu 15 kali lipat angka yang dibutuhkan 10 tahun yang lalu.

Tahun ini terdapat 354 individu atau keluarga Cina yang masuk ke dalam daftar “dollar billionaires” Hurun Report, atau 13% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Total kekayaan mereka mencapai $1,4 triliun.

Dalam laporan tersebut, Hurun Report menyebut tahun ini adalah “tahun menakjubkan” bagi sektor internet business dan teknologi informasi, “tahun baik” bagi sektor hiburan, investasi, otomotif, renewable energy, farmasi dan manufakturing.

Di sisi lain, tahun ini adalah “tahun yang buruk” bagi sektor baja dan transportasi laut, serta “bencana” bagi sektor properti.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL