antrian venezuelaCaracas, LiputanIslam.com — Menteri Luar Negeri 12 negara Amerika Selatan yang tergabung dalam blok UNASUR berjanji akan membantu pemerintah Venezuela mengatasi kelangkaan bahan-bahan makanan dan obat-obatan yang oleh pemerintah disebut-sebut sebagai tindakan konspirasi untuk menumbangkan pemerintah.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menuduh kelompok pengusaha-elit negara itu telah melakukan boikot terhadap pemerintahannya dengan menyabotase suplai bahan-bahan makanan dan obat-obatan.

Bulan lalu beberapa pemilik jaringan supermarket dan apotik ditangkap setelah diketahui melakukan upaya untuk membuat kepanikan warga. Mereka sengaja mengurangi jumlah pegawainya yang bekerja untuk membuat antrian panjang di supermarket-supermarket dan apotik-apotik dan kemudian menyebarkan desas-desus tentang kelangkaan makanan dan obat-obatan. Demikian seperti dilansir BBC News, Sabtu (7/3).

Para menlu Blok UNASUR menyatakan kesiapan mereka untuk menyediakan barang-barang yang menghilang dari toko-toko dan supermarket. Selain itu mereka juga menyerukan pentingnya menjaga kestabilan demokrasi.

“Idenya adalah membuat semua negara untuk mendukung distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok,” kata Sekjen UNASUR Ernesto Samper dalam pertemuannya dengan Maduro di Caracas, Jumat (6/3).

“Kami akan bekerjasama dengan pemerintah Venezuelan untuk memperkuat jaringan-jaringan distribusi di negara-negara kami sehingga kami bisa membantu Venezuela,” tambah Samper.

Di sisi lain Samper juga mengkritik langkah-langkah yang telah dilakukan oposisi Venezuela yang telah menggiring negara itu ke dalam konflik kekerasan.

“Oposisi harus mengekspresikan pendapat-pendapatnya dengan cara yang demokratis, damai dan sesuai hukum,” kata Samper lagi.

Maduro berulangkali menuduh kelompok oposisi dan pemerintah AS melakukan konspirasi untuk menggulingkan pemerintahannya. Walikota Caracas, Antonio Ledezma, bulan lalu ditangkap terkait dengan tuduhan itu.

Konspirasi AS dan elit-pengusaha Venezuela melawan pemerintahan yang syah di Venezuela bukanlah barang baru. Pada tahun 2002, pendahulu Maduro, Hugo Chavez, bahkan sempat dikudeta dan ditahan sebelum akhirnya para pendukungnya berhasil membebaskannya dan menangkap para pelaku kudeta yang dipimpin oleh pengusaha Pedro Carmona.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*