blairKiev, LiputanIslam.com — Pemerintah Ukraina menawarkan kepada mantan Perdana Menteri Inggris jabatan sebagai penasihat presiden setelah pertemuan Blair dengan Presiden Petro Poroshenko di Kiev, hari Rabu pekan lalu (18/6). Demikian seperti dilaporkan situs thetruthseeker.co.uk, Sabtu lalu (20/6).

Tony Blair, yang menurut laporan tersebut memiliki kedekatan dengan sejumlah pengusaha kuat Ukraina, dikabarkan tengah mempertimbangkan tawaran itu.

“Anda tengah menghadapi tantangan berat di bidang keamanan dan reformasi,” kata Blair kepada Petro Poroshenko, seperti dilansir situs resmi kepresidenan Ukraina.

Poroshenko menyebut Blair sebagai ‘sahabat sejati bagi Ukraina’ dan menawarkan kepadanya jabataan penasihat. Blair dan orang-orang dekatnya menolak berkomentar tentang tawaran itu.

Blair datang ke Ukraina atas undangan pengusaha Viktor Pinchuk dan menghadiri pesta makan malam bersama sejumlah pengusaha dan politisi setempat. Dalam pertemuan itu dibahas tentang kondisi di Ukraina dan langkah-langkah yang harus dilakukan.

Blair diketahui telah bebarapa kali menjadi pembicara dalam acara-acara yang digelar oleh Pinchuk di sebuah resort di Yalta, Krimea, sebelum wilayah itu bergabung dengan Rusia tahun lalu. Terakhir Blair menjadi pembicara pertemuan bisnis-politik yang digelar Pinchuk pada bulan September tahun lalu di Kiev.

Yayasan milik Pinchuk membayar $500.000 atau sekitar Rp6,5 miliar kepada yayasan milik Blair, Faith Foundation, pada tahun 2011 dan 2012. Kemudian pada tahun 2013 dan 2014, jumlah yang dibayarkan Pinchuk kepada Blair adalah $230.000 dan $330.000.

Presiden Poroshenko sendiri dikenal sebagai seorang pengusaha coklat, sebelum terpilih tahun lalu. Sementara Blair sebelumnya telah menjadi penasihat Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, dimana ia berhasil memberi saran-saran cemerlang untuk menghentikan kritikan atas pembantaian pekerja minyak oleh polisi pada tahun 2011.

Sebelum Blair, Poroshenko telah menunjuk sejumlah warga asing untuk menjadi pejabat publik Ukraina. Bulan lalu ia menunjuk mantan presiden Georgia yang buron kasus korupsi, Mikheil Saakashvili, sebagai Gubernur Odessa.

Selain menjadi gubernur, Saakashvili juga menjadi anggota Dewan Penasihat Internasional untuk Reformasi Ukraina bersama dengan mantan PM Swedia Carl Bildt. Senator AS John McCain juga ditawarkan sebagai penasihat, namun ditolak karena dilarang UU AS.

Namun putra Wapres AS Joe Biden, Hunter Biden, tidak bisa menolak saat ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi perusahaan migas nasional Ukraina, Burisma.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL