Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah AS Donald Trump berjanji akan meningkatkan dana bantuan kepada negara bagian yang mau mempersenjatai petugas sekolah pasca penembakan massal di sekolah Florida.

Menteri Pendidikan AS, Betsy DeVos, mengatakan pada Minggu (11/3/18) bahwa mempersenjatai petugas sekolah adalah bagian dari “rencana pragmatis untuk meningkatkan keamanan sekolah secara dramatis.”

“Kami berkomitmen bekerja cepat karena sudah tidak ada lagi waktu untuk dibuang,” kata DeVos kepada wartawan.

Rencana kontroversial yang diusulkan oleh Presiden Trump pada bulan lalu ini hanya mendapat sedikit dukungan dari para guru Amerika.

Gedung Putih juga telah meminta Kongres untuk meloloskan undang-undang yang akan memperkuat pemeriksaan latar belakang kepada pembeli senjata dan mengimplementasikan program pencegahan kejahatan dengan senjata.

Pasalnya, angka kematian akibat senjata di AS telah mencapai titik ekstrem, yaitu 33.000 orang setiap tahunnya.

Namun, ketika masyarakat AS menuntut Kongres untuk memperkuat pembatasan pembelian senjata, langkah itu ditolak keras oleh badan lobby senjata Amerika, National Rifle Association (NRA).

Ketika pemerintah negara bagian Florida menandatangani proposal undang-undang kontrol senjata, NRA langsung mengirim gugatan kepada pengadilan federal AS bahwa undang-undang itu menyeleweng Konstitusi AS.

NRA telah menjadi kekhawatiran terbesar bagi warga AS yang ingin menghentikan kejahatan senjata di negara mereka. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*