Dickinson, LiputanIslam.com—Penduduk dari salah satu kota di negara bagian Texas, AS, diminta untuk menandatangani sumpah setia kepada Israel jika ingin mendapat bantuan bencana badai Harvey yang terjadi pada Agustus lalu.

David Olson, pengacara kota Dickinson, mengatakan bahwa syarat tersebut dikarenakan hukum Texas yang melarang badan pemerintah mana pun untuk bekerja sama atau berinvestasi dengan perusahaan yang memboikot Israel.

Hukum bernama Anti-BDS (Boycott, Divestment, and Sanctions) itu disahkan pada Mei oleh gubernur Texas, Gregg Abbott, dan berjalan pada sejak 1 September lalu.

Masih belum diketahui dengan jelas mengapa penduduk yang meminta bantuan bencana menjadi target hukum yang berhubungan dengan badan negara dan perusahaan.

Organisasi American Civil Liberties Union (ACLU) dengan keras mengkritik syarat tersebut pada Jumat (20/10/17), dengan menyebutnya penyelewengan atas hak kebebasan berbicara.

“Amandemen Pertama melindungi hak warga Amerika dalam memboikot, dan pemerintah tidak boleh mempersyaratkan bantuan bencana atau kepentingan publik lainnya [karena ekspresi politik],” kata Direktur ACLU  Texas, Andre Segura, dalam sebuah pernyataan.

Gerakan BDS lahir pada tahun 2005 yang diikuti 170 organisasi Palestina dalam rangka “melakukan berbagai bentuk boikot melawan Israel sampai mereka mengikuti kewajiban di bawah hukum internasional.”

Terdapat ribuan orang relawan yang ikut serta dalam gerakan BDS untuk mendukung Palestina, termasuk sejumlah NGO, institusi sains, perusahaan, dan tokoh-tokoh budaya. Gerakan ini juga mampu meraih dukungan dari kampus-kampus AS dan gereja. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL