merscov21Jakarta, LiputanIslam.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan pemerintah tak dapat melarang Kementerian Agama untuk mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi. Hal ini terjadi karena tak ada kebijakan larangan, tetapi sekedar imbauan atas ancaman virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

“WHO dan Arab Saudi juga tak mengeluarkan larangan. Belum ada penetapan Kondisi Luar Biasa. Mereka hanya meminta waspada,” kata Agung di kantornya, Rabu (7/5).

Situasi ini didasarkan pada tingkat ancaman virus Mers yang tak sekuat virus flu burung. Menurut Agung, virus Mers memiliki tingkat fatalitas sebesar 31,5 persen atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan virus flu burung dengan tingkat fatalitas mencapai 82,5 persen.

Pemerintah, menurut Agung, kerap meminta jemaah haji di atas 65 tahun untuk tak berangkat. Permintaan yang sama juga diarahkan pada jemaah haji yang sedang mengalami penyakit tertentu atau kondisi tubuhnya rentan terserang virus karena lemahnya antibodi.

“Kalau memang tetap berangkat harus menjauhi kerumunan dan memakai masker. Kalau ada gejala sakit langsung lapor pos kesehatan,” kata Agung.

Imbauan juga dilayangkan pada perusahaan perjalanan haji. Pemerintah meminta adanya seleksi kesehatan yang ketat di biro perjalanan. Menurut Agung, jemaah yang sedang mengidap penyakit lebih rentan terpapar virus Mers saat menjalankan ibadah haji. “Permintaan Kemenkes sebenarnya sudah disampaikan, tapi sifatnya imbauan saja,” kata Agung.

Bandara Soekarno Hatta Waspada
Sementara itu untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi masuknya Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang dibawa oleh penumpang pesawat dari negara Timur Tengah, pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyatakan kondisi waspada.

Peningkatan kewaspadaan dilakukan dengan mengisolasi pesawat dari negara Timur Tengah hingga melakukan observasi penumpang yang terindikasi terpapar virus tersebut.

“Langkah preventif sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir ini,” ujar Airport Service Senior Manager Bandara Soekarno Hatta, Dani Indra Iryawan, Kamis (8/5).

Dani mengatakan dalam melakukan antisipasi paparan penyakit ini, pihaknya bekerja sama dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta. “Kami berwenang melakukan isolasi pesawat yang datang dari negara yang dicurigai. Penanganan selanjutnya ditangani KKP,” kata Dani.

Menurut dia, jika KKP menginformasikan ada pesawat dari negara Timur Tengah dan dicurigai membawa penumpang yang terpapar Mers, pihaknya langsung memasukkan pesawat itu ke area isolasi. Di sana penumpang akan diperiksa. Lalu jika ditemukan penumpang yang mengalami demam dengan suhu di atas 38 derajat Celsius disertai flu, KKP akan melakukan observasi.

MERS merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan manusia. Ini merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. Adapun MERS-Cov merupakan kependekan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus).

Virus ini pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat, tetapi berbeda dari virus MERS Cov.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL