petani gula

foto: okezone

Jakarta, LiputanIslam.com — Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak keras keputusan pemerintah untuk impor gula rafinasi sebanyak 600 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan industri makanan minuman. Pasalnya, hal ini membuat gula yang dijual petani lokal tidak laku.

“Petani dari timur sampai barat, kalau dikumpulkan stok gula ada 400 ribu ton, tapi sayangnya enggak ada yang beli karena pembeli takut, kalau mereka beli nanti takut tidak terserap pasar,” ujar Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, seperti dilansir okezone.com.

Soemitro menjelaskan bahwa ini protes yang mereka lakukan, baik ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, tidak mendapat respons yang positif. (Baca: Pemerintah Rajin Impor, Petani Tebu Gigit Jari)

“Kita pernah ketemu Kementan dan Kemendag semua bilang katanya akan koordinasi mencari solusi bagaimana gula kami ini bisa diatasi dan ada yang beli. Dari November kita tunggu, tapi enggak ada yang direspons,” tutur dia.

“Intinya jangan impor dulu, sebelum gula tani ini terserap pasar dengan harga Rp8.500 sesuai dengan HPP (harga pokok penjualan). Kalau tidak urusannya jadi lain,” tutupnya.

Dari laporan detik.com, Kemendag akan memberikan izin impor gula mentah (raw sugar) sebanyak 600.000 ton untuk kebutuhan triwulan I-2015. Impor mentah akan diimpor oleh pabrik gula rafinasi, kemudian diolah dan dijual ke konsumen industri seperti pabrik makanan dan minuman.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi Pangaribuan mengatakan hasil pembahasan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahap awal, volume impor raw sugar yang akan diberikan sebanyak 600.000 ton.

“Baru akan, tetapi sudah ada kesepakatan dengan Kemendag dan Kemenperin,” ungkap Partogi.

Sebanyak 600.000 ton raw sugar rencananya akan memenuhi kebutuhan gula industri makanan minuman (mamin) di awal 2015. Sedangkan untuk kebutuhan satu tahun penuh untuk industri, Kemendag masih menunggu rekomendasi Kemenperin yang berdasarkan laporan auditor yaitu PT Sucofindo.

“Alokasi 600.000 ton untuk kebutuhan bahan baku di awal tahun Januari-Maret. Kita lakukan evaluasi dan nunggu hasil audit Sucofindo secara keseluruhan berapa kebutuhan mamin besar dan mamin kecil,” paparnya.

Janji Jokowi: Siap Hentikan Impor

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui ribuan petani tebu pada (7/10/2014). Salah satu keluhan yang disampaikan langsung oleh petani adalah kebijakan impor gula yang merugikan. Jokowi menjanjikan, bila impor memang perlu dihentikan, ia akan menghentikannya.

Pertemuan dengan ribuan petani yang tergabung dalam APTRI itu berlangsung di padepokan seorang pengusaha tebu bernama Arum Sabil di Jember, Jawa Timur. Permasalahan yang selama ini dikeluhkan petani tebu adalah masuknya gula impor yang membuat gula petani tidak laku terjual di tingkat pasar. Selain itu, gula rafinasi (industri) juga masuk ke pasar umum.

Menanggapi permintaan itu, Jokowi berjanji setelah dilantik akan bertindak tegas terhadap oknum yang merugikan ribuan petani.

“Jangan sampai hal-hal yang dilakukan satu orang justru berdampak pada ribuan petani. Saya tidak mau itu terjadi di pemerintahan kita nanti,” tegas Jokowi. (Baca: Jokowi Janji Hentikan Impor Gula)

Namun beberapa waktu yang lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa bahwa pemerintah tetap melakukan impor gula dari negara lain. Alasannya, stok gula di Indonesia tidak cukup. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL