pollRamallah, LiputanIslam.com—Pemerintah Palestina menunda pemilu kota yang sebelumnya direncanakan pada tanggal 8 Oktober di kawasan pendudukan Tepi Barat. Keputusan ini keluar dalam pertemuan mingguan di al-Khalil pada Selasa (4/10/16).

Keputusan penundaan ini dibuat sehari setelah Mahkamah Agung Palestina meminta pemilu kota dilakukan di Tepi Barat saja, karena pemerintahan di Jalur Gaza tidak punya jaminan keamanan untuk menggelar pemilihan suara.

Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, menolak keputusan ini karena bias terhadap gerakan Fatah dan berseberangan dengan keinginan rakyat Palestina. Mereka juga menyatakan Palestina tidak menerima aksi penggelapan dalam pemilu ini.

“Keputusan Mahkamah Agung untuk menggelar pemilu lokal di Tepi Barat saja dan bukan di Jalur Gaza sangat dipolitisasi oleh Fatah,” demikian pernyataan Hamas.

Mereka menambahkan, penundaan ini disebabkan  olah pihak Fatah tidak mampu mengirimkan kandidat mereka yang kompeten sebelum pemilihan suara. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL