Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah mantan Presiden Barack Obama dilaporkan telah menghabiaskan $36,2 juta untuk merahasiakan dokumen-dokumen negara selama tahun 2016. Padahal, Obama mengaku pemerintahannya adalah pemerintah paling transparan sepanjang sejarah.

Berdasarkan analisa dari Associated Press, disebutkan bahwa pemerintah Obama menerima lebih dari 788.000 permintaan pengungkapan dokumen-dokumen rahasia di bawah Freedom of Information Act (FOIA).

Di sepanjang tahun 2016 atau tahun terakhir Obama berkuasa, 77 persen dari organisasi dan individual yang mengajukan permintaan hanya diberikan dokumen-dokumen yang disensor atau malah tidak diberikan sama sekali.

Pegawai pemerintah juga berkali-kali mengatakan kepada penduduk dan jurnalis bahwa mereka tidak bisa menemukan dokumen yang diminta.

Di bawah Freedom of Information Act, agensi federal diharuskan mengeluarkan dokumen apapun yang diminta kecuali jika hal tersebut dapat mengancam keamanan negara atau privasi personal.

Dalam kampanye pemilu presiden tahun 2008, Obama berjanji menjadikan pemerintahannya menjadi pemerintah paling transparan dan bertanggungjawab sepanjang sejarah AS.

Namun, pada tahun 2013 sebuah laporan dari Komite Perlindungan Jurnalis menyatakan bahwa pemerintah Obama gagal menepati janjinya terkait transparansi pemerintah.

“Jurnalis dan advokat transparansi menyatakn bahwa Gedung Putih mengekang pengungkapan informasi dan menutup-nutupinya dari media,” tulis laporan tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL