boko haramAbuja, LiputanIslam.com — Setelah sempat terjadi perbedaan pernyataan antara mendagri dan pejabat kementrian informasi tentang “pilihan” perundingan dengan kelompok Boko Haram, akhirnya pemerintah Nigeria menyatakan kesiapannya untuk berunding dengan Boko Haram demi membebaskan ratusan pelajar perempuan yang diculik kelompok itu.

“Nigeria siap untuk berunding dengan kelompok Islamis (Boko Haram) untuk membebaskan lebih dari 200 pelajar perempuan yang diculik,” kata anggota kabinet Tanimu Turaki, Selasa (13/5).

Pernyataan Turaki tersebut sebagai respon atas pernyataan pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau hari Senin (12/5) bahwa pihaknya siap untuk menukarkan para pelajar perempuan yang belum masuk Islam, dengan anggota Boko Haram yang ditahan pemerintah. Turaki menambahkan, jika Shekau jujur dengan pernyataannya maka ia harus mengirim utusan untuk berunding.

Pada hari Senin kantor berita Perancis AFP mempublikasikan rekaman video yang memperlihatkan sekitar 130 pelajar perempuan yang ditawan. Gubernur Provinsi Borno, Kashim Shettima, membenarkan bahwa yang tampak dalam rekaman tersebut adalah para pelajar yang diculik dari sekolah menengah perempuan di kota Chibok, Provinsi Borno, tanggal 14 April lalu.

Anggota keluarga para pelajar tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar dari pelajar sekolah milik pemerintah itu beragama Kristen, namun sebagian lainnya adalah muslim.

Turaki yang ditunjuk sebagai ketua tim pembebasan tawanan bentukan Presiden Goodluck Jonathan, mengatakan, Shekau harus mengirim tim negosiasi untuk bertemu dengan pihaknya.

Dalam wawancara dengan program “Focus on Africa” BBC kemarin (13/5), Turaki mengatakan bahwa “dialog adalah pilihan kunci” untuk mengakhiri krisis dan masalah tersebut bisa diselesaikan melalui cara-cara non kekerasan.

Sikap terakhir yang ditunjukkan Turaki memperlihatkan terjadinya perubahan sikap pemeritah Nigeria yang sebelumnya menyatakan tidak akan berunding dengan Boko Haram. Untuk menunjukkan keseriusannya pemerintah bahkan mengumumkana telah mengerahkan 2 divisi pasukan untuk melakukan pencarian selain seruan kepada masyarakat internasional untuk memberikan bantuan pencarian. Pemerintah bahkan telah mengumumkan hadiah menarik bagi pemberi informasi keberadaan para pelajar yang ditawan.

Perubahan ini dimulai sejak hari Senin (12/5) ketika pejabat kementrian informasi Mike Omeri mengumumkan bahwa pemerintah akan menggunakan segala cara, termasuk perundingan, untuk membebaskan para tawanan. Pernyataan tersebut sempat dibantah oleh menteri dalam negari yang menyebutkan pemerintah tidak pernah memilih cara perundingan. Namun bantahan itu pun segera diklarifikasi kembali oleh Turaki.

Wartawan BBC John Simpson yang mengunjungi Bandara Maiduguri kemarin melaporkan tidak adanya aktifitas yang terkait dengan pencarian para pelajar di bandara itu, meski beberapa negara termasuk Amerika dikabarkan telah mengirimkan tim pencari untuk membantu pemerintah Nigeria.

Ketua kelompok anggota keluarga korban penculikan, Dumoma Mpur juga mengatakan kepada BBC bahwa tidak ada aktifitas pasukan di Chibok yang terkait dengan pencarian para pelajar.

Di sisi lain, seperti biasa, AS terus mengumbar pernyataan tentang keterlibatan mereka dalam pencarian. Dikabarkan mereka telah menerbangkan pesawat-pesawat tanpa awak untuk mencari para pelajar yang ditawan, selain tim pencari di darat yang terdiri dari pasukan komando, penyidik dan inteligen.

Pemerintah Nigeria pun memuji-muji peran AS tersebut meski sejauh ini belum memberikan hasil apapun. Kepala Staff militer Nigeria Jendral Alex Badeh menyebut peran AS sebagai bentuk hubungan yang “saling menguntungkan dan strategis”.

Pemerintah Inggris juga tidak mau kalah. Pejabat Kemenlu Mark Simmonds hari ini (14/5) dikabarkan akan terbang ke Nigeria untuk bertemu para pejabat tinggi negara itu untuk membicarakan “bantuan Inggris”.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL