demo nigeriaAbuja, LiputanIslam.com — Pemerintah Nigeria melarang aksi demonstrasi menuntut pembebasan para pelajar wanita yang ditawan kelompok Boko Haram. Menurut pemerintah aksi tersebut menjadi “ancaman keamanan yang serius”.

Kepala polisi wilayah ibukota Abuja, Joseph Mbu, sebagaimana dikutip media resmi pemerintah, mengatakan bahwa “elemen-elemen berbahaya” akan menyusup ke dalam aksi-aksi demonstrasi.

Selama ini hampir setiap hari di Abuja, terjadi aksi demonstrasi menuntut pembebasan lebih dari 200 pelajar putri sekolah menengah yang ditawan oleh kelompok teroris Boko Haram. Kelompok ini menculik mereka dari sebuah sekolah khusus putri di kota Chibok di dekat perbatasan Kamerun, tanggal 14 April lalu.

Upaya besar-besaran telah dilakukan pemerintah Nigeria untuk membebaskan para tawanan, termasuk dengan bantuan negara-negara asing seperti Amerika, Perancis, Inggris dan Cina. Namun sampai saat ini para tawanan tersebut belum juga bisa dibebaskan.

Minggu lalu militer Nigeria mengaku telah mengetahui lokasi para tawanan. Namun karena alasan keselamatan para tawanan, operasi pembebasan belum bisa dilakukan.

Pemerintah Nigeria kini menghadapi tekanan psikologis hebat untuk membebaskan para tawanan. Kantor berita Inggris BBC beberapa waktu lalu malaporkan sebuah negosiasi antara utusan Boko Haram dengan pemerintah telah menyepakati pembebasan sebagian tawanan untuk ditukar dengan 100 anggota Boko Haram yang ditahan pemerintah. Namun secara tiba-tiba pemerintah membatalkan kesepakatan tersebut, setelah presiden Nigeria menghadiri konperensi internasional tentang Boko Haram di Perancis.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL