larang kendaraanAbuja, LiputanIslam.com — Pemerintah provinsi Borno, Nigeria, melarang warganya untuk berkendaraan mobil selama Hari Raya Idhul Fitri untuk menghindari serangan bom oleh kelompok Boko Haram.

Kantor berita BBC melaporkan, larangan tersebut dikeluarkan setelah aparat inteligen memperoleh informasi Boko Haram merencanakan serangan bom mobil selama perayaan Idhul Fitri. Di Nigeria, Idhul Fitri diperingati pada hari Minggu dan libur nasional berlangsung selama 3 hari.

Sementara itu polisi menyebutkan bahwa sebuah bom telah meledak di kota Kano.

Akibat ancaman-ancaman Boko Haram selama 3 tahun terakhir peringatan Eid Durbar atau pawai berkuda menyambut hari Raya Idhul Fitri, ditiadakan. Padahal selama ini festival tersebut termasuk sebagai daya tarik wisata Nigeria.

Boko Haram telah melancarkan aksi-aksi kekerasan sejak diproklamirkan tahun 2009. Ribuan orang telah tewas oleh aksi-aksi kelompok ini. Dan aksi mereka yang paling terkenal adalah penculikan terhadap ratusan pelajar putri di kota Chibok, Borno, pertengahan April lalu.

Pada hari Minggu (27/7), polisi mengatakan sebuah bom telah dilemparkan ke kerumunan warga yang tengah meninggalkan gereja di kota Kano, mengakibatkan 4 orang tewas. Di tempat terpisah di kota yang sama, seorang pembom bunuh diri wanita meledakkan dirinya setelah hampir tertangkap oleh polisi.

Di sisi lain sebuah bom lainnya dilaporkan meledak di kota Kano pada hari Senin (28/7). Informasi lebih jelas tentang insiden hari Minggu itu tidak diberikan polisi, namun wartawan BBC menyebutkan 3 orang yang tengah mengantri untuk membeli BBM, tewas oleh ledakan bom bunuh diri.

Gubernur Borno Kashim Shettima, mengatakan bahwa keputusan melarang warga untuk mengendarai mobil diambil “demi menjaga keselamatan warga yang tidak berdosa”.

“Saya tahu hal ini akan mengganggu kehidupan warga. Namun kita semua harus hidup sebelum bisa melakukan apapun,” tambahnya.

Pada bulan Mei 2013, Presiden Goodluck Jonathan menerapkan kondisi darurat di negara bagian Borno dan 2 negara bagian lainnya, Adamawa dan Yobe. Namun hal itu tidak menghentikan aksi-aksi kekerasan Boko Haram.

Di tempat terpisah di Kamerun, pada hari Minggu (27/7) militer negara itu mengumumkan kelompok Boko Haram telah menculik istri deputi perdana menteri Kamerun di kota Kolofata. Sebelumnya kelompok yang sama telah menculik beberapa warga asing di Kamerun, termasuk satu keluarga asal Perancis dan pekerja asal Cina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL