Naypyidaw, LiputanIslam.com–Penyelidik Spesial PBB yang mengurusi masalah HAM Rohingya, dilarang masuk ke Myanmar oleh pemerintah negara itu.

Sang penyelidik, Yanghee Lee, berniat mengunjungi negara Asia tenggara itu pada Januari depan untuk menilai situasi HAM di sana, termasuk isu mengenai kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Rakhine State.

Namun, pemerintah Myanmar tampak menghalang-halangi kunjungannya itu. Dalam sebuah pernyataan terbuka pada Rabu (20/12/17), Lee mengaku pemerintah Myanmar mengatakan kepadanya bahwa mereka tak akan memberi izin akses ke seluruh kawasan sepanjang masa jabatannya di PBB.

Lee menilai, sikap tersebut merupakan tanda bahwa pemerintah Myanmar telah melakukan sesuatu yang “sangat buruk” yang disembunyikan di Rakhine.

“Deklarasi non-kerjasama dengan mandat saya ini hanya bisa dilihat sebagai indikasi kuat bahwa ada sesuatu yang sangat buruk terjadi di Rakhine, dan juga di seluruh kawasan,” katanya.

Pada Januari tahun ini, Lee berhasil mendapatkan izin ke Myanmar namun dilarang masuk ke beberapa kawasan di Rakhine. Pemerintah hanya mengizinkannya berbicara dengan beberapa orang yang telah disetujui sebelumnya. Dalam kunjungan 12 hari di Myanmar, Lee menghabiskan waktu tiga hari di Rakhine.

Sebulan setelahnya, pemerintah Myanmar merilis pernyataan bahwa mereka akan melarang masuk semua tim penyelidik PBB yang ingin menyelidiki isu Rohingya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL