Rakhine, LiputanIslam.com–Pemerintah Myanmar telah mengirim warga Buddha untuk menempati desa-desa di Rakhine State utara, yang sebelumnya merupakan tempat tinggal warga Muslim Rohingya.

Warga Rohingya terusir dari desa itu setelah menghadapi berbagai tindak persekusi oleh militer Myanmar dan kelompok ekstrimis Buddha. Rumah-rumah warga Rohingya di kawasan itu telah rata oleh bulldozer atau dibakar.

Kini, sejumlah bendera Buddha terpasang di tiang bambu di gerbang masuk desa-desa tersebut.

Mulai akhir tahun 2016, militer Myanmar dan ekstrimis Buddha menyerang Rakhine state utara, dan membunuh, memperkosa, dan menyiksa warga Rohingya. Berbagai badan HAM menyebut kejadian ini sebagai “pembersihan etnis”.

Dari 1,1 juta warga Rohingya yang tinggal di di Rakhine utara, 700.000 diantaranya lari ke perbatasan Bangladesh.

Menurut Francis Wade, penulis buku “Myanmar’s Enemy Within: Buddhist Violence and the Making of the Muslim ‘Other”, perilaku rezim Myanmar dalam mengubah demografi kawasan bermayoritas Muslim ini serupa dengan proyek pendudukan Israel di Tepi Barat, Palestina.

“Militer berupaya mengubah lanskap sosial Rakhine State utara dengan mengurangi populasi Rohingya sejak 1990-an,” kata Wade.

“Saya perkirakan akan ada lebih banyak warga Buddha menduduki kawasan itu di tahun-tahun mendatang. Lalu kita akan lupa kawasan apa itu sebelumnya, dan proses pembersihan itu akan sempurna,” paparnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL