mexicoMexico City, LiputanIslam.com — Jaksa Agung Mexico akhirnya menyatakan 43 pelajar yang hilang setelah diculik polisi kota Iguala bulan September tahun lalu telah tewas.

“Bukti-bukti telah meyakinkan kami untuk menetapkan bahwa para pelajar itu telah diculik, dibunuh, dibakar dan dibuang ke sungai,” kata Jaksa Agung Jesus Murillo Karam, Selasa (27/1), sebagaimana dilaporkan Press TV.

Karam menyebutkan bahwa timnya telah mewawancarai 99 orang saksi, termasuk anggota-anggota kelompok kriminal yang diyakini telah membunuh para pelajar itu.

Ke-43 pelajar itu hilang setelah ditangkap polisi usai menggelar aksi demonstrasi di kota Iguala, 26 September lalu. Menurut keterangan beberapa saksi, usai ditangkap, polisi menyerahkan mereka kepada organisasi kriminal setempat, Guerroro Unidos, untuk dieksekusi. Pada saat penyerahan itu 15 pelajar sudah meninggal. Anggota Unidos kemudian menembak mati sisanya, membakar mayat-mayat itu dan membuang jasadnya ke sungai.

Namun keluarga korban menanggapi pengumuman itu dengan kemarahan. Mereka menyebut pengumuman itu tanpa disertai bukti, dan karenanya mereka bertekad akan meneruskan pencarian. Sejauh ini baru satu jenasah yang telah dinyatakan sebagai korban penculikan itu.

“Kami tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. Kami tidak akan membiarkan kasus ini ditutup,” kata Carmen Cruz, ayah dari seorang pelajar itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*