MH370route140319Kuala Lumpur, LiputanIslam.com — Tuduhan mantan perdana menteri dan tokoh oposisi Anwar Ibrahim tentang keterlibatan pemerintah Malaysia atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 akhirnya memberikan pengaruh kepada pemerintah Malaysia. Pemerintah Malaysia kini memerintahkan penyelidikan atas keteledoran otoritas penerbangan sipil dan militer Malaysia karena gagal mengidentifikasi MH370 yang berputar balik dan melintasi wilayah Malaysia.

Penyelidikan internal muncul di tengah ketegangan antara otoritas sipil dan otoritas militer di Malaysia mengenai siapa yang lebih bertanggung jawab atas kebingungan informasi pada awal hilangnya MH370. Kebingungan tersebut berujung pada pencarian selama seminggu di area yang salah.

“Apa yang terjadi pada saat itu tengah diselidiki dan saya tidak bisa mengatakan lebih dari itu karena ini melibatkan pemerintah dan militer,” terang seorang pejabat senior pemerintahan Malaysia kepada Reuters, Jumat (11/4).

Saat hal ini coba dikonfirmasikan kepada pemerintah Malaysia, tidak ada respon sama sekali. Pejabat senior tersebut hanya menyebutkan bahwa penyelidikan bertujuan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada masa-masa kritis sesaat setelah MH370 dinyatakan hilang kontak.

Koalisi oposisi Malaysia sempat menyerukan dilakukan penyelidikan mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada jam-jam awal pasca MH370 hilang kontak. Namun saat itu, pemerintah Malaysia menyatakan penyelidikan resmi tidak akan dimulai sebelum kotak hitam MH370 ditemukan.

Reuters melakukan wawancara eksklusif dengan lima sumber, yakni seorang pejabat senior pemerintahan Malaysia serta empat pejabat otoritas sipil dan militer Malaysia. Dari wawancara tersebut diketahui bahwa pihak air traffic control (ATC) dan otoritas militer Malaysia berasumsi bahwa ketika MH370 hilang kontak pada Sabtu (8/3) pukul 01.21 waktu setempat, pesawat tersebut melakukan putar balik ke salah satu bandara di Malaysia karena ada masalah mesin.

Asumsi tersebut muncul meskipun jelas-jelas tidak ada panggilan darurat atau komunikasi lain yang muncul dari kokpit, yang bisa saja menjadi petunjuk bahwa pesawat tersebut telah dibajak atau sengaja dialihkan penerbangannya. Kelima sumber tersebut memberikan keterangan detail kepada Reuters mengenai situasi dan kondisi pasca MH370 dinyatakan hilang. Semua sumber menolak disebutkan identitasnya karena sensitivitas isu dan karena mereka memang tidak berwenang berbicara ke media.

“Asumsi awal bahwa pesawat tersebut mungkin putar balik karena ada gangguan mesin, atau dalam skenario terburuk, jatuh. Itulah yang sedang kami cari tahu,” terang seorang pejabat senior dari lingkungan otoritas penerbangan sipil Malaysia.

Pihak Departemen Penerbangan Sipil Malaysia yang mengawasi langsung ATC, kemudian Kementerian Pertahanan dan pihak Angkatan Udara Malaysia yang dimintai tanggapan soal informasi ini justru meminta Reuters bertanya kepada kantor PM Malaysia, namun belum ada jawaban.

Kecurigaan lainnya merujuk pada dugaan kesengajaan otoritas terkait menahan informasi penting soal MH370. Dua pejabat otoritas penerbangan sipil Malaysia menyebut bahwa birokrasi militer sengaja menunda melaporkan data radar yang jelas-jelas menunjukkan bahwa pesawat tak dikenal mengudara di Semenanjung Malaka.

“Militer banyak mengetahui sejak awal bahwa pesawat tersebut memang putar balik. Itulah kenapa pencarian diperluas hingga ke Selat Malaka dalam sehari-dua hari kemudian,” terang pejabat senior pada otoritas penerbangan sipil lainnya, yang memahami pencarian awal MH370.

“Tapi militer tidak mengkonfirmasinya hingga kemudian muncul perlawanan dari pejabat senior, dan diperlukan turut campur pemerintah. Kita membuang-buang waktu di Laut China Selatan,” imbuhnya.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL