khazanahKualalumpur, LiputanIslam.com — Pemerintah Malaysia melalui perusahaan investasi miliknya, Khazanah Nasional, mengajukan proposal untuk mengambil alih sepenuhnya perusahaan penerbangan nasional Malaysia Airlines.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Khazanah bermaksud untuk membeli sisa saham Malaysia Airlines yang tidak dimilikinya sebelum melakukan perbaikan total terhadap perusahaan penerbangan yang tengah dilanda “nasib buruk” setelah 2 kecelakaan besar yang menimpa perusahaan itu.

Seperti diketahui pada bulan Maret pesawat dengan nomor penerbangan MH370 terjatuh di Samudra Hindia bersama ratusan penumpang dan awaknya. Disusul kemudian pesawat dengan nomor penerbangan MH17 jatuh di Ukraina tanggal 17 Juli lalu, menewaskan 298 penumpang dan awaknya.

Kedua tragedi itu menyebabkan harga saham Malaysia Airlines mengalami kemerosotan tajam dan memunculkan spekulasi tentang masa depan perusahaan.

Khazanah yang saat ini memiliki 69.4% saham perusahaan telah menawarkan harga senilai 0.27 ringgit per-saham kepada pemilik saham lainnya, atau lebih tinggi 12.5% dari harga saham pada penutupan bursa hari Kamis (7/8).

Pada hari Jumat (8/8) saham Malaysia Airlines tidak lagi diperdagangkan menyambut penawaran yang diajukan Khazanah.

Perdana Menteri Najib Razak telah menyatakan persetujuannya atas penawaran Khazanah. Demikian laporan BBC.

“Ini adalah tahap pertama yang diperlukan untuk mengembalikan maskapai penerbangan nasional ini menjadi perusahaan yang menguntungkan. Ini adalah langkah yang dengan sepenuh hati saya dukung,” demikian pernyataan kantor perdana menteri.

Perdana Menteri menyatakan bahwa pemerintah bersama Khazanah tengah berada pada “langkah akhir penyelesaian rencana restrukturisasi yang komprehensif dan holistik.”

“Dengan proses yang terjadi dan mengikuti persetujuan-persetujuan yang relevan, kami berharap bahwa rencana detil akan diumumkan sebelum akhir bulan Agustus,” tambah pernyataan perdana menteri.

Menyusul jatuhnya pesawat MH370 yang sebagian besar penumpangnya adalah warga Cina, penjualan tiket Malaysia Airlines di Cina mengalami penurunan tajam sebesar 60%. Sementara nilai pasar perusahaan merosot 40% dalam 9 bulan terakhir.

Pada bulan Mei laporan keuangan perusahaan mencatat peningkatan tajam tingkat kerugian hingga 59% menjadi 443 juta ringgit antara bulan Januari hingga Maret 2014. Itu adalah triwulan kelima berturut-turut dimana Malaysia Airlines mengalami kerugian.

Khazanah, yang telah menghabiskan lebih dari $ 1 miliar untuk memperbaiki kinerja Malaysia Airlines dalam beberapa tahun terakhir, telah memberikan sinyal untuk melakukan restrukturisasis besar-besara atas perusahaan penerbangan itu, mencakup model bisnis, struktur keuangan dan SDM.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL