muslim xinjiangUrumqy, LiputanIslam.com — Sebuah kota di Provinsi Xinjiang, Cina, menerapkan larangan pakaian dan penampilan yang menunjukkan ciri ke-Islaman.

Kantor berita BBC, Rabu (6/8), dengan mengutip laporan kantor berita Cina menyebutkan pemerintah kota Karamay telah mengeluarkan larangan jilbab dan jenggot di kendaraan umum.

Namun para pejabat kota Karamay menyebutkan bahwa larangan itu hanya berlangsung sampai tanggal 20 Agustus mendatang terkait adanya turnamen olahraga lokal.

Xinjiang, satu-satunya provinsi di Cina yang mayoritas warganya adalah muslim etnis Uighur yang diyakini berasal dari Turki. Dalam beberapa bulan terakhir terjadi aksi-aksi kekerasan bernuansa sektarian di wilayah ini.

Dalam laporan yang ditulis Karamay Daily, para pejabat lokal menyebutkan “5 jenis orang” yang dilarang berada di kendaraan-kendaraan umum: jilbab, kerudung, burka (penutup wajah), pakaian dengan simbol bulan bintang, dan pemuda dengan jenggot panjang.

“Para penumpang yang tidak bekerjasama, khususnya “5 tipe manusia”, akan dilaporkan ke polisi,” tulis laporan tersebut. Selain itu juga disebutkan bahwa semua kendaraan umum akan menjalani pemeriksaan tas/ransel.

Karamay terletak 400 km utara ibukota provinsi, Urumqi, yang pada bulan April dan Mei lalu dilanda aksi kekerasan berdarah yang menelan sejumlah nyawa. Kerusuhan terakhir terjadi di Yarkant atau Shache tanggal 28 Juli lalu. Dua hari kemudian, terjadi pembunuhan atas Imam Masjid Raya kota Kashgar yang dikenal sebagai pendukung kuat kebijakan pemerintah di Xinjiang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL