pemerintah korutPyongyang, LiputanIslam.com — Dalam satu langkah yang sangat jarang dilakukan, pemerintah Korea Utara (Korut) akhir pekan lalu meminta ma’af kepada keluarga korban runtuhnya bangunan apartemen di ibukota Pyongyang yang menewaskan sejumlah orang, hari Selasa lalu (13/5).

Sebagaimana laporan kantor berita Korut KCNA hari Minggu (18/5) permintaan ma’af tersebut disampaikan langsung oleh seorang pejabat pemerintah di hadapan ratusan anggota keluarga korban di depan kompleks apartemen yang ambruk. Apartemen yang terletak di kawasan Phyongchon, Pyongyang itu ambruk saat dalam pengerjaan. Namun pemerintah tidak menyebutkan jumlah korban yang tewas maupun luka-luka.

“Insiden ini menelan beberapa korban,” tulis laporan tersebut.

Setelah beberapa hari pencarian korban, akhirnya upaya itu dihentikan hari Sabtu (17/5).

Seorang pejabat Korea Selatan menyebutkan bahwa apartemen yang runtuh itu terdiri dari 23 lantai dan dihuni oleh 92 keluarga.

Menurut laporan KCNA pembangunan gedung “tidak dilakukan dengan tepat dan para pejabat pengawas dan pengontrol tidak melakukan pekerjaannya dengan tangungjawab” dan masyarakat “sangat terpukul” oleh musibah ini.

Laporan atas suatu musibah oleh kantor berita resmi, serta pernyataan ma’af pejabat Korut menandakan musibah ini sangat serius. KCNA bahkan melaporkan bahwa pemimpin Korut Kim Jong Un “tidak bisa tidur semalaman karena merasa sedih atas insiden ini”.

Sementara Menteri Keamaman Publik Choe Pu Il mendiskripsikan musibah tersebut sebagai “tidak terbayangkan”.

Laporan menyebutkan pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk membantu keluarga korban seperti menyediakan rumah pengganti.

Di antara musibah besar di Korut yang menjadi pemberitaan media internasional adalah banjir besar tahun 2012 dan ledakan stasiun kereta api yang menewaskan sejumlah besar korban.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL