mh172Berlin, LiputanIslam.com — Pemerintah Jerman dikabarkan meragukan klaim yang menyebutkan pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh akibat ditembak dengan rudal.

“Menit-menit terakhir penerbangan MH17 tidak terekam oleh radar dan tidak ada informasi untuk memastikan bahwa pesawat Boeing Malaysia itu jatuh oleh tembakan rudal,” demikian laporan RIA Novosti mengutip laporan media Jerman berdasarkan pernyataan resmi pemerintah, Senin (8/9).

Media Jerman WDR dan NDR menerima laporan pemerintah Jerman yang diberikan atas permintaan Partai Kiri di Parlemen Bundestag. Pemerintah mengatakan pesawat pengamat AWACS yang beroperasi di Polandia dan Rumania menemukan jejak pesawat MH17, namun kontak tersebut hilang saat MH17 masuk ke wilayah yang tidak terkontrol, meski tidak menyebutkan di wilayah mana wilayah tidak terkontrol itu.

Dua pesawat AWACS itu menerima signal keberadaan 2 sistem pertahanan udara, salah satunya adalah SA-3 Pechora. Tanda-tanda itu adalah sesuatu yang rutin di area itu. Namun pemerintah mengakui gagal mendapatkan data satelit mata-mata AS serta data-data percakapatan di tengah-tengah jatuhnya MH17.

PM Malaysia pernah mengklaim pesawat MH17 ditembak oleh rudal. Pemerintah Ukraina dan AS bahkan menuduh pesawat itu ditembak oleh rudal pemberontak Ukraina pro-Rusia.

Pada 7 Agustus lalu, media Malaysia, New Straits Times, menulis laporan berdasarkan analisa inteligen AS, bahwa pesawat itu ditembak dengan rudal udara ke udara yang ditembakkan oleh pesawat tempur, atas sepengetahuan pemerintah Ukraina.

Laporan New Straits Times itu sesuai dengan data satelit yang diumumkan oleh pemerintah Rusia yang menyebut keberadaan pesawat tempur SU-25 Ukraina yang membuntuti pesawat MH17 sebelum jatuh.

MH17 jatuh di wilayah Ukraina timur pada tanggal 17 Juli saat terbang dari Amsterdam menuju Kualalumpur. Sebanyak 298 penumpang dan awaknya dinyatakan tewas.

Penyebab pasti jatuhnya pesawat itu masih belum ditetapkan, sementara kotak hitam yang merekam data penerbangan kini tengah dianalisa oleh sebuah tim di Inggris. Rusia telah meminta agar penelitian itu dilakukan secara transparan dan secepatnya. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi tentang hasil penelitian tim Inggris tersebut.

Minggu lalu Badan Keselamatan Belanda, yang secara resmi ditunjuk sebagai pimpinan penyelidikan mengatakan bahwa hasil penyelidikan baru akan diumumkan pertengahan tahun depan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL