penduduk jepangTokyo, LiputanIslam.com — Pemerintah Jepang mengkhawatirkan angka kelahiran di negerinya yang terus mengalami penurunan, sementara angka kematian justru meningkat.

Sebagaimana dilansir BBC News, Kamis (1/1), angka kelahiran di Jepang mencatat rekor terendah tahun 2014 lalu dengan jumlah kelahiran sebanyak 1.001.000 bayi, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.010.000 bayi.

Penurunan tersebut menjadi penurunan yang ke-empat secara berturut-turut sejak tahun 2011. Pada saat yang sama angka kematian justru cenderung meningkat. Tahun 2014 lalu jumlah kematian di Jepang hampir mencapai 1,3 juta. Dengan demikian secara absolut jumlah penduduk Jepang justru mengalami penurunan tahun lalu.

Beberapa estimasi memperkirakan bahwa pada tahun 2050 mendatang jumlah penduduk Jepang akan mengalami penurunan hingga 30 juta orang dibandingkan saat ini, menjadi 97 juta jiwa. Para ahli memperingatkan penurunan jumlah penduduk ini akan memberikan berbagai dampak buruk bagi negara Jepang termasuk penurunan produksi nasional (GDP), selain berbagai dampak sosial lainnya.

Salah satu penyebab penurunan angka kelahiran ini adalah terjadinya penurunan angka perempuan usia subur, demikian keterangan seorang pejabat kementrian kesehatan kepada Kyodo News sebagaimana dilansir BBC.

Selain itu, angka penduduk usia tidak produktif juga mengalami peningkatan hingga untuk pertama kalinya tahun lalu mencapai 25% penduduk. Dengan kecenderungan yang tidak berubah pada tahun 2060 mendatang jumlah penduduk usia di atas 65 tahun akan mencapai 40%.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*