isil iraqBaghdad, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Irak mengeluarkan ultimatum kepada para anggota kelompok militan pemberontak ISIL di Provinsi Anbar untuk menyerah.

“Anggota ISIL hanya punya dua pilihan: menyerah atau mati di tangan pihak keamanan. Kami tak menerima solusi selain ini,” kata Menteri Pertahanan Irak Sa`dun Dailami, dalam ultimatumnya yang disampaikan melalui media, Kamis (6/2).

Dailami menyatakan bahwa pihak keamanan Irak tak akan mengizinkan anggota-anggota ISIL untuk berpindah ke tempat lain. Sejauh ini operasi militer yang dilancarkan pihak keamanan di Provinsi Anbar telah menewaskan puluhan anggota ISIL yang berafiliasi dengan kelompok Al Qaida.

Terkait tindak kekerasan di Irak, sumber-sumber setempat mengabarkan bahwa sebuah kelompok bersenjata telah menembakkan 5 mortir ke sekitar penjara Badush di Provinsi Nainawa. Para penjaga penjara lalu bertempur dengan kelompok yang berusaha menerobos masuk ke penjara untuk membebaskan para tahanan.

Di lain pihak, sumber-sumber polisi Irak menyatakan, tiga orang tewas dan 22 orang terluka menyusul rangkaian ledakan yang terjadi di kota Mushil. Sumber polisi di Provinsi Shalahudin mengabarkan, akibat serangan kelompok bersenjata di pos pemeriksaan Tikrit di pusat Shalahudin, empat polisi tewasn dan 11 lainnya terluka. Laporan lain menyebutkan jatuhnya 12 korban jiwa dan 42 luka akibat delapan ledakan bom mobil di sejumlah daerah di Bagdad.

Menyusul terjadinya ledakan di depan Kementerian Luar Negeri Irak, Kedutaan Amerika di Bagdad menyatakan turut berkabung dengan keluarga para korban. Bersama dengan para pejabat Kementerian Luar Negeri Irak, mereka juga mengecam aksi teroris ini. Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa Amerika berada di sisi rakyat Irak dan mendukung pemerintah Irak untuk menghadapi para pelaku serangan-serangan ini. (BT/ISNA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL