superbugs2London, LiputanIslam.com — Pemerintah Inggris memperingatkan keberadaan satu generasi baru bakteri dan virus yang tahan terhadap anti-biotik dan diyakini bisa membunuh puluhan ribu orang jika terjadi wabah.

Para ahli kini dilanda kekhawatiran terhadap bakteri dan virus baru yang digolongkan ke dalam jenis antimicrobial resistance (AMR), yang sangat tahan terhadap segala jenis antibiotik dan obat-obatan yang dikenal di dunia.

Para ahli memperkirakan AMR ini bisa membunuh hingga 80 ribu orang, atau bahkan jauh lebih besar lagi korban, jika terjadi wabah. Demikian menurut data dari National Risk Register of Civil Emergencies (NRRCE), seperti dilansir Russia Today, Selasa (7/4).

“Jumlah infeksi yang disebabkan oleh AMR diperkirakan akan terus meningkat dalam 20 tahun ke depan. Jika wabah muncul, diperkirakan sekitar 200.000 orang akan terkena penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara efektif dengan obat-obatan yang ada, dan sekitar 80.000 dari mereka akan meninggal,” demikian laporan NRRCE.

Menurut laporan itu, keberadaan bibit penyakit tersebut bisa menjadi ‘kemunduran’ bagi dunia kedokteran, dengan beberapa prosedur kedokteran seperti transplantasi organ, operasi usus dan pengobatan kanker.

“Bahkan operasi ringan dan operasi rutin bisa menjadi risiko yang tinggi, menjadikan masa penyembuhan yang lebih lama hingga menimbulkan kelahiran prematur,” demikian laporan itu menyebutkan.

Di bagian lain laporan itu, peningkatan pandemik flu seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang muncul di Asia tahun 2002 dan menjadi ancaman global, diperkirakan akan menjadi ancaman lebih serius di masa mendatang. Wabah seperti itu diperkirakan bisa menulari separoh warga Inggris dengan risiko kematian antara 20.000 hingga 750.000 orang.

PM Inggris David Cameron, pada bulan Juli 2014 lalu mengatakan bahwa peningkatan AMR akan membuat masyarakat kedokteran dan para pasien berada pada ‘era kegelapan’.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa AMR atau ‘superbugs’ telah mengakibatkan 50.000 kematian di Amerika dan Eropa.

Sementara itu para ahli juga mengingatkan keberadaan satu jenis turunan bakteri e-coli penyebab diare yang tidak bisa lagi bisa dikendalikan dengan obat-obatan biasa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL