euostarLondon, LiputanIslam.com — Pemerintah Inggris menjual 40% sahamnya di perusahaan operator kereta api lintas Selat Channel Euostar senilai £757.1 atau hampir Rp 15 triliun.

Seperti dilansir BBC News, Rabu (4/3), pembeli saham tersebut adalah perusahaan konsorsiun swasta Inggris-Kanada Patina Rail LLP. Sementara itu pemerintah Perancis dan Belgia tetap mempertahankan kepemilikannya melalui BUMN kereta api.

Rencana penjualan itu pertama kali muncul pada tahun 2013, dalam rencana nasional infrastuktur Inggris.

Chancellor atau pejabat keuangan senior Inggris, George Osborne mengatakan bahwa nilai penjualan itu jauh lebih tinggi dari yang bisa diharapkan.

“Ini adalah kesepakatan yang sangat baik. Ini berarti kita bisa mengurangi hutang nasional, ini berarti kita bisa membangun infrastruktur dan ini adalah nilai yang fantastik bagi para pembayar pajak Inggris. Ini semua bagian dari rencana kita untuk menjamin masa depan Inggris,” katanya tentang transaksi itu.

Patina Rail LLP terdiri dari 2 perusahaan, Caisse de Depot et Placement du Qurebec (CDPQ) yang berbasis di Kanada dan Hermes Infrastructure yang berbasis di Inggris. Keduanya masing-masing akan memiliki 30% dan 10% saham Eurostar setelah penjualan itu.

Eurostar mulai beroperasi tahun 1994 sebagai kerjasama antara 3 operator kereta api SNCF (Perancis), SNCB (Belgia) dan British Rail (kini bernama LCR). Sejak itu Eurostar telah mengangkut lebih dari 145 juta penumpang dan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 saja Eurostar mengangkut lebih dari 10 juta penumpang.

Pada tahun 2014 kepemilikan saham LCR diambil alih oleh Departemen Keuangan sebelum akhirnya dijual ke Patina Rail LLP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*