polisi hongkong2Hongkong, LiputanIslam.com — Pemerintah Hongkong kembali menawarkan perundingan dengan para demonstran di tengah-tengah kecaman terhadap aparat kepolisian yang telah memukuli demonstran dengan brutal.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (16/10), pemimpin eksekutif Hongkong CY Leung mengumumkan kesediaannya untuk menggelar perundingan dengan para demonstran minggu depan. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan negosiasi tentang perundingan itu dengan para pemimpin demonstan melalui mediator.

“Selama beberapa hari terakhir, termasuk pagi ini (Kamis, 16/10), melalui pihak ketiga, kami menyampaikan maksud kami untuk memulai perundingan dengan para pelajar untuk membicarakan tentang hak memilih universal secepat mungkin dan semoga itu terwujud minggu depan,” kata Leung kepada wartawan.

Sementara itu bentrokan terus terjadi ketika polisi berusaha membersihkan jalan utama di dekat kompleks pemerintahan Admiralty dari para demonstran. Tentang hal ini Leung menyatakan tekadnya untuk memulihkan ketertiban umum dengan memulihkan lalu-lintas.

Selain itu Leung juga menegaskan bahwa pemerintah Cina tidak akan mundur dari keputusan untuk mengontrol pemilihan kepala eksekutif Hongkong melalui Dewan Pemilih yang bertugas menyeleksi para kandidat kepala eksekutif (gubernur) Hongkong.

Minggu lalu pemerintah Hongkong membatalkan perundingan dengan para demonstran setelah mereka kembali menyerukan para demonstran untuk turun kembali ke jalanan.

Sementara itu ketegangan antara demonstran dan polisi terus meningkat dalam dua hari terakhir, terutama  setelah beredarnya video yang memperlihatkan polisi memukuli demonstran yang sudah diborgol tangannya. Banyak dari demonstran yang mengaku kembali ke lokasi terjadinya bentrokan di jalan underpass Lung Wo Road di dekat kompleks Admiralty, setelah melihat gambar video tersebut.

Tentang insiden ini, Leung mengatakan, “Kita tidak perlu mempolitisasi insiden ini.”

Pernyataan ini sekaligus menanggapi kemarahan pemerintah AS yang menuntut dilakukannya penyelidikan yang transparan atas insiden ini.

Sebelumnya kepala keamanan Hong Kong Lai Tung-kwok mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius atas insiden tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman tentang penyelidikan terhadap beberapa perwira polisi yang terlibat dalam insiden itu.

Namun hari Kamis (16/10), kepolisian Hongkong mengumumkan penundaan penyelidikan terhadap 7 polisi yang diduga terlibat dalam insiden pemukulan demonstran tersebut.

“Jika seorang anggota polisi diduga telah melakukan tindakan berlebihan, kami akan melakukan penyelidikan dengan cara yang adil dan imparsial,” kata pejabat senior kepolisian Man-keung, kepada AFP.

Dalam video itu terlihat seorang demonstran bernama Tsang, diseret olah polisi dalam keadaan tangan diborgol. Selanjutnya ia dipukuli dan ditendangi oleh beberapa polisi selama beberapa menit.

Tsang kemudian dibawa ke rumah sakit, dan pengacaranya mengklaim kliennya menderita luka-luka serius akibat penganiaan yang terus berlanjut hingga di ruang tahanan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL