LCGCJakarta, LiputanIslam.com —  Sejumlah kalangan meminta pemerintah mencabut insentif pajak untuk low cost green car (LCGC). Alasannya, kebijakan itu dinilai tak tepat sasaran dan malah akan memperparah kemacetan Ibu Kota.

Kritik terhadap LCGC itu disampaikan dalam bedah buku “Mobil Murah dan Kemacetan Jakarta” karya A.M Fatwa di MerDesa Institut, Jakarta Pusat, Rabu (2/4). Buku itu bersumber dari seminar Mobil Murah dan Kemacetan Jakarta serta Keseimbangan Infrastruktur dan Moda Transportasi pada Desember 2013.

A. M Fatwa sebelumnya menggagas penggunaan hak jawab anggota DPD kepada Presiden soal kebijakan LCGC. “DPD hanya berhak bertanya ke presiden, makanya kami harap masalah ini bisa ditindaklanjuti oleh DPR,” kata Fatwa, Rabu (2/4).

Menurut Fatwa, munculnya LCGC adalah contoh kebijakan yang tidak dibahas secara komprehensif dan akhirnya malah menimbulkan masalah. Dulunya, usulan mobil murah itu dilontarkan Presiden Yudhoyono setelah kembali dari India. Gagasannya adalah membuat mobil murah untuk kawasan pedesaan. Namun kini mobil yang muncul adalah mobil-mobil kecil yang bentuknya lebih mirip city car.

“Lebih baik kebijakan LCGC ini dicabut dulu,” ujar mantan politisi senior itu.

Sebagai gantinya, pemerintah diminta memikirkan kebijakan strategis yang lain. “Indonesia kan negara kepulauan, lebih baik membangun infrastruktur transportasi laut dan udara,” kata dia.

Terlepas dari itu semua, saat ini tengah terjadi “perselisihan” antara menteri keuangan dengan menteri perindustrian terkait mobil murah yang dianggap menggerogoti subsidi pemerintah untuk BBM.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*