salamanderBeijing, LiputanIslam.com — Pemerintah Cina tengah melakukan penyelidikan atas dugaan adanya pesta salamander yang dilakukan oleh pejabat-pejabat keamanan senior. Salamander adalah binatang langka yang dilindungi, namun dianggap sebagai makanan mewah bagi sebagian besar rakyat Cina.

Southern Metropolis Daily, hari Senin (26/1), melaporkan bahwa seorang wartawannya yang dikirim ke restoran tempat diadakannya pesta tersebut telah dipukuli saat memotret orang-orang yang hadir dalam pesta tersebut. Demikian BBC News mengutip laporan itu, Selasa (27/1).

Pesta tersebut dilaporkan terjadi di kota Shenzhen di Cina selatan, minggu lalu. Lebih jauh media tersebut melaporkan bahwa 14 pejabat kepolisian setempat telah dicopot dari jabatannya terkait insiden itu.

Pemerintahan Presiden Xi Jinping telah mengeluarkan larangan keras bagi para pejabat untuk menggelar pesta-pesta mewah, selain kampanye anti korupsi yang telah menjerat sejumlah pejabat penting Cina.

Tahun lalu pemerintah Cina bahkan menyetujui hukuman keras bagi orang-orang yang ketahuan memakan binatang-binatang langka dengan penjara selama 10 tahun.

Media tersebut melaporkan, seekor salamander raksasa telah disajikan dalam pesta tersebut. Salamander tersebut mencapai ukuran panjang 1,8 meter, dikenal dengan rasanya yang enak, namun ditetapkan sebagai binatang yang dilindungi karena sudah sangat langka.

Salamander masak tersebut dilaporkan berharga sekitar Rp 12 juta. Selain salamander, laporan tersebut juga menyebutkan sejumlah ikan langka juga disajikan dalam pesta itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*