wang yiHongkong, LiputanIslam.com — Menlu Cina Wang Yi mengeluarkan pernyataan keras atas aksi demonstran yang tengah berlangsung di Hongkong dengan menyebutnya sebagai “tindakan ilegal”. Sebuah pernyataan sikap yang bisa berujung pada tindakan keras terhadap demonstran.

“Masalah Hong Kong adalah urusan dalam negeri Cina. Semua negara harus menghormati kedaulatan Cina. Bagi semua negara, dan bagi semua masyarakat, tidak ada yang mendukung tindakan-tindakan ilegal itu mengganggu ketertiban umum,” kata Wang Yi di sela-sela kunjungannya ke AS, Rabu (1/10) petang, sebagaimana dilaporkan BBC News.

Sebelumnya pada demonstran mengancam menduduki kantor-kantor pemerintah jika Kepala Eksekutif Hongkong CY Leung tidak mundur.

Pernyataan Wang Yi ini adalah pernyataan terbuka pertama kali yang disampaikan pejabat tertinggi Cina tentang aksi-aksi demonstrasi di Hongkong.

Namun Yi juga menambahkan bahwa pemerintah Cina percaya bahwa otoritas Hongkong dapat mengendalikan aksi-aksi demonstrati itu tanpa harus melibatkan pemerintah pusat.

Sementara itu Menlu Cina John Kerry yang menjadi tuan rumah kunjungan Wang Yi mengatakan, “Kami sangat berharap otoritas Hongkong akan menahan diri dan menghormati hak-hak para demonstran untuk menyampaikan pendapatnya secara damai.”

Di sisi lain peringatan lebih keras disampaikan dalam editorial koran resmi pemerintah Cina People’s Daily yang menyebutkan “konsekuensi yang tidak terbayangkan”  jika aksi-aksi demonstrasi itu tetap berlanjut. Sedangkan televisi pemerintah menyatakan bahwa “polisi Hongkong harus didukung untuk memulihkan ketertiban umum secepat mungkin”.

Hari Rabu (1/10) malam sekitar 3.000 demonstran berkumpul di depan kantor Kepala Eksekutif (setara gubernur) Hongkong CY Leung.

“Kami mencoba untuk mengepung seluruh komplek pemerintah dan menunggu CY kembali bekerja hari Jumat (2/9). Kami ingin berbicara dengannya langsung dengannya,” kata seorang pemimpin demonstran kepada AFP.

Sementara Lester Shum, wakil sekretaris Federasi Pelajar Hong Kong mengatakan, “Kami berharap hari ini atau besok (Kamis), CY Leung akan mundur.”

“Kalau tidak, kami akan mengumumkan eskalasi gerakan ini, termasuk menduduki atau mengepung kantor-kantor pemerintah,” tambahnya.

Ribuan demonstran kini tinggal di kemah-kemah di kawasan bisnis Central, Causeway Bay, Mong Kok dan Canton Road.

Sementara itu Wall Steet Journal mengutip keterangan pejabat Hongkong melaporkan bahwa CY Leung telah merencanakan tindakan penumpasan terhadap aksi-aksi demonstrasi itu, namun Beijing menahannya.

“Ini mungkin akan berlangsung selama seminggu, atau sebulan, kami tidak tahu. Kecuali terjadi situasi chaos, kami tidak akan mengirimkan polisi anti huru-hara. Kami berharap hal ini tidak terjadi,” kata seorang pejabat Hongkong kepada Reuters.

Mantan Gubernur Hongkong Chris Patten mengatakan kepada BBC bahwa Cina tidak akan menggunakan kekerasan untuk menghentikan aksi demonstrasi.

“Saya tidak percaya Cina akan bertindak bodoh dengan melakukan tindakan seperti mengirimkan tentara,” katanya.

Patten menuduh pemerintah Cina telah mengingkari janjinya untuk menghormati kedaulatan Hongkong sebagaimana sebelum bergabung dengan Cina tahun 1997.

Bulan lalu pemerintah dan parlemen Cina memutuskan bahwa semua kandidat Kepala Eksekutif Hongkong harus lolos kualifikasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan yang diangkat pemerintah Cina. Hal inilah yang memicu terjadinya aksi demonstrasi yang menganggap pemerintah Cina telah mengebiri demokrasi Hongkong.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL