m nuhBogor, LiputanIslam.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meninjau pembangunan museum Presiden Indonesia di Balai Kirti, kawasan Istana Bogor, Bogor, Minggu (3/8).

Sebagaimana laporan kantor berita Antara, museum itu rencananya akan diresmikan pada akhir Agustus mendatang.

“Minggu ke-3 Agustus ini rencananya selesai. Soft launching target tanggal 25 Agustus, diresmikan Presiden SBY. September dibuka untuk umum,” kata Mendikbud.

Menurut Mendikbud, pembangunan museum tersebut bertujuan untuk menghargai jasa-jasa presiden yang pernah memimpin Indonesia.

Mendikbud pun menjelaskan bahwa selama ini, masyarakat yang ingin mengunjungi museum para presiden harus datang ke daerah tertentu. Contohnya, jika ingin mengunjungi museum Presiden Soekarno, maka masyarakat harus datang ke Blitar dan Bali.

Selain itu, tidak semua presiden memiliki museum. Sehingga sulit bagi masyarakat jika ingin mengetahui lebih dekat dengan pemimpinnya.

Di gedung yang berlantai dua tersebut itu akan memuat barang-barang pribadi para mantan presiden mulai dari buku, baju, dan barang pribadi.

“Juga ada film dokumenter, ruangan multimedia, dan enam patung mantan presiden,” ujar Mendikbud.

Museum tersebut dinamakan Balai Kirti, yang berarti tempat pemuliaan. Di museum itu juga terdapat perpustakaan yang terdiri dari buku-buku yang dibaca presiden.

“Kami berharap, pengunjung yang datang ke sini bisa terinspirasi. Bayangkan, Presiden Soekarno saat umur 20 tahun sudah membaca buku-buku berat,” terang Nuh.

Menurut Mendikbud, ide pembangunan museum ini datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menginginkan masyarakat menghargai para pemimpin negaranya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL