kilang minyakJakarta, LiputanIslam.com — Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pemerintah akan mulai menggarap sektor minyak dan gas, dan merencanakan perbaikan infrastruktur gas. Pembangunan pipa-pipa gas besar, akan mulai dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian.

“Kilang migas, akan kami selesaikan secepatnya. Tapi bangun kilang tidak bisa 1-2 tahun, paling tidak butuh 3 tahun,” ujar Jokowi dalam acara musyawarah rencana pembangunan nasional (Musrenbangnas) 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014, seperti dilansir kompas.com.

Jokowi pun menyinggung soal kebijakan pemerintah sebelumnya yang tak melakukan pembangunan kilang migas. Padahal, menurut Jokowi, banyak investor yang antri untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan kilang migas.

“Yang ingin bangun banyak sekali, ini akan kita mulai. Kami memohon bupati, wali kota dan gubernur untuk membantu, hutannya untuk pembebasan lahan,” kata dia.

Sementara untuk sektor energi lainnya, Jokowi kembali melontarkan rencana pembangunan pembangkit listrik. Dia menargetkan dalam lima tahun mendatang, kebutuhan 35.000 megawatt sudah terpenuhi.

Sebegaimana diberitakan sebelumnya, Prima Mulyasari Agustina, Direktur Eksekutif Centre for Energy and Strategic Resources Indonesia, menjelaskan kondisi riil migas Indonesia, seperti kilang minyak yang tidak memadai. (Baca: Tugas Mahasiswa: Tagih dan Kawal Janji Jokowi-JK)

“Saat ini kita harus mengimpor. Sebenarnya saya berharap, agar kita mengimpor crude oil (minyak mentah) saja, dan kita olah sendiri di dalam negeri. Namun apa daya, infrastruktur energi tidak siap. Kita punya kilang, yang semuanya sudah ‘nenek-nenek’,” jelasnya.

“Bayangkan jika negara pengimpor energi mengalami chaos, seperti perang, dan mereka tidak bisa mengirim BBM ke Indonesia, maka kita pun akan turut kalang kabut,” tambah dia.

Karena itu, menurut Prima, pemerintah wajib untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur energi, melakukan pengembangan diversifikasi energi, dan mendorong masyarakat untuk beralih ke gas.

Iran, negara kaya minyak, juga berulang kali menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan Indonesia di sektor energi. Direktur Perusahaan Pertokimia Iran (IPCC), Mehdi Sharifi Niknafs menyatakan, antara Iran dan Indonesia telah sepakat untuk bekerjasama membangun badan usaha, yang akan melakukan ekspor minyak, dan MoU (nota kesepahaman) telah ditandatangani. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL