kapal perang asWashington DC, LiputanIslam.com — Pemerintah AS dikabarkan terbelah perihal insiden kapal perang AS yang memasuki wilayah yang diklaim Cina di Laut Cina Selatan. Presiden Obama dan Menlu Jim Kerry menentang langkah yang dilakukan Departemen Pertahanan.

Sebelumnya pada hari Selasa (27/10) kapal perang destroyer milik AS, USS Lassen, menerobos wilayah 12 mil dari pulau buatan Cina di Kepulauan Spratly dengan mengabaikan peringatan kapal-kapal perang Cina. Pemerintah Cina meresponnya dengan memanggil Dubes AS di Beijing.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (28/10), yang mengutip keterangan pejabat AS yang dirahasiakan, Dephan AS telah merencanakan mengirimkan kapal-kapal dan pesawat perang ke wilayah yang diklaim Cina itu pada bulan Mei tahun ini. Namun rencana itu selalu ditolak Presiden Obama dan Menlu AS.

Usai insiden USS Lassen itu Menhan Ashton Carter mengatakan bahwa AS akan melanjutkan operasi-operasi sejenis dalam minggu-minggu dan bulan-bulan ke depan. Menurut Carter, hal itu adalah operasi patroli rutin AS di Laut Cina Selatan.

Menurut laporan itu misi USS Lassen akhirnya disetujui Presiden Obama dengan syarat Dephan tidak membuat tindakan-tindakan dan pernyataan yang provokatif.

Dephan AS menyebut misi tersebut sebagai ‘langkah untuk meyakinkan sekutu-sekutu AS’ yaitu Jepang, Vietnam dan Filipina dalam menghadapi tindakan Cina yang mengklaim secara sepihak pulau-pulau di Laut Cina Selatan. Pemerintah Cina mengecam tindakan AS tersebut sebagai ‘provokasi yang disengaja’.

Pada hari Selasa Menlu Cina memanggil Dubes AS untuk memprotes langkah AS tersebut. Jubir Kemenlu Cina menuduh AS terus menciptakan ketegangan di kawasan, dan Cina akan terus meningkatkan kemampuan-kemampuannya yang relevan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL