blackwaterWashington, LiputanIslam.com — Pemerintah AS telah membayar lebih dari $1 miliar atau lebih dari Rp 10 triliun kepada perusahaan jasa keamanan Blackwater sejak tahun 2007 meski diketahui personil perusahaan ini telah melakukan ancaman pembunuhan terhadap seorang penyidik federal.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today dengan mengutip Huffington Post, Sabtu (12/7), Deplu AS telah membayar sebanyak $1,3 miliar kepada Blackwater setelah pimpinan perusahaan itu di Irak mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap penyidik Jean Richter yang dikirim untuk menyelidiki tindakan-tindakan tidak patut yang dilakukan personil Blackwater di Irak tahun 2007.

Menurut laporan New York Times, Agen Khusus US Diplomatic Security Service Jean Richter dan staf khusus Deplu AS Donald Thomas Jr. tiba di Baghdad pada Agustus 2007 untuk menginspeksi kinerja Blackwater.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Richter memanggil jubir kedubes AS di Irak Bob Hanni, dan mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja Blackwater yang tugas utamanya memberikan pengawalan terhadap staff diplomatik AS di Irak serta memberikan pelatihan militer kepada personil militer Irak.

Keesokan harinya Richter dan Thomas bertemu dengan pimpinan Blackwater di Irak Daniel Carroll. Alasan pertemuan adalah membahas sanitasi yang buruk pada kantor perusahaan tersebut. Caroll menjawab bahwa masalah itu adalah urusannya sendiri, dan bukan urusannya penyidik federal. Selanjutnya Caroll pun mengancam akan membunuh Richer dan Thomas.

“Ia mengatakan bisa membunuh kami saat itu juga dan tak seorang pun mau berurusan dengan kondisi seperti ini, karena kami ada di Irak. Saya menganggap ancamannya serius karena kami berada di daerah perang dimana banyak hal terjadi, khususnya hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi kontrak-kontrak besar,” tulis Richter dalam laporannya yang mendapat perhatian besar New York Times.

Sebulan setelah kejadian ancaman tersebut, personil-personil Blackwater menembak mati 17 warga Irak di Nisour Square di Baghdad.

Sebuah penyelidikan kini tengah dilakukan terhadap 4 personil Blackwater yang diduga terlibat dalam penembakan massal di Irak tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL