Josh EarnestWashington DC, LiputanIslam.com — Pemerintah AS kembali mengecam Israel terkait program nuklir Iran pada saat hubungan kedua negara dalam situasi terburuk setelah PM Israel tidak berkonsultasi dengan AS sebelum berpidato di hadapan Congress bulan Maret mendatang.

Jubir pemerintah AS Josh Earnest dalam konperensi pers, Rabu (18/2), menuduh Israel telah mengeluarkan informasi yang tidak akurat tentang posisi AS dalam perundingan nuklir Iran.

“Tidak perlu dipertanyakan bahwa beberapa hal yang dikatakan Israel tentang posisi kami dalam perundingan nuklir Iran, tidak akurat,” kata Earnest sebagaimana dilansir Press TV.

Earnest menuduh Israel telah merilis informasi inteligen yang tidak akurat untuk merusak posisi pemerintah AS.

“Kami juga sangat jelas dengan fakta bahwa kami tidak akan membicarakan posisi negosiasi kami dalam perundingan ini ke hadapan publik, khususnya dengan adanya praktik-praktik ‘cherry-picking’ kepingan informasi-informasi spesifik dan menggunakannya untuk merusak posisi negosiasi AS,” tambahnya.

Iran dan negara-negara P5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman) tengah melangsungkan perundingan atas program nuklir Iran untuk mengakhiri perselisihan perihal program tersebut yang telah berlangsung selama 12 tahun.

PM Israel Benjamin Netanyahu dan beberapa pejabatnya menuduh AS tengah berupaya menggoalkan “kesepakatan buruk” tentang program Iran yang merugikan AS dan Israel.

Hubungan AS-Israel tengah dalam kondisi terburuk sejak tanggal 21 Januari lalu, setelah Ketua Congress (parlemen AS) John Boehner mengundang PM Israel untuk berpidato di hadapan Congress tentang program nuklir Iran. Presiden AS tersinggung karena undangan itu tidak dikonsultasikan dahulu dengan pemerintah AS, selain dianggap mengancam perundingan nuklir yang tengah berlangsung.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL