eric holderWashington DC, LiputanIslam.com — Dua warga negara AS didakwa terlibat dalam aksi percobaan kudeta terhadap pemerintah Gambia. Demikian keterangan Jaksa Agung AS Eric Holder, Senin (5/1).

Seperti dilaporkan BBC News, Cherno Njie dari Texas dan Papa Faal dari Minnesota didakwa telah terlibat dalam “percobaan kudeta yang gagal terhadap pemerintah Gambia” akhir tahun lalu.

Jaksa Agung menyebutkan, Njie (57 tahun) dan Faal (46 tahun) pergi ke Gambia bulan Desember lalu dan bergabung dengan 12 orang bersenjata untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan Gambia. Namun upaya mereka gagal dan ditangkap sekembalinya ke AS.

“Rencana kelompok itu adalah untuk memulihkan demokrasi di Gambia dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Mereka berharap untuk bisa mengambil alih kekuasaan tanpa harus membunuh seorang pun. Mereka juga berharap untuk bergabung dengan 160 personil militer Gambia yang setuju untuk bergabung dalam kudeta,” kata Eric Holder.

Otoritas penyidikan AS menyebut Njie sebagai pebisnis dari Texas dan menjadi penyandang dana utama gerakan kudeta itu. Sedangkan Faal adalah anggota militer AS.

Dalam keterangan tersebut disebutkan, pada bulan Agustus dan Oktober 2014, Faal dan kelompoknya membeli sejumlah senjata dan peralatan militer termasuk senjata semi otomatis M4, kemudian mengirimnya ke Gambia.

Upaya kudeta itu gagal setelah mendapatkan perlawanan pasukan pengawal kepresidenan dan beberapa anggota kelompok kudeta itu tewas tertembak di luar kediaman Presiden Yahya Jammeh pada tanggal 30 Desember lalu.

Gagal melakukan kudeta, Faal melarikan diri ke Senegal dan meminta perlindungan kedubes AS di sana. Ia ditangkap setelah kembali ke AS tanggao 1 Januari lalu.

Kedua orang itu didakwa melanggar UU Neutrality Act dan kepemilikan senjata api. Pelanggaran Neutrality Act diancam hukuman penjara 3 tahun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*