Riyadh, LiputanIslam.comPara jamaah haji Indonesia tentu mengetahui bahwa di Arab Saudi, ada kebiasaan menutup toko saat azan berkumandang. Namun kini, pemerintah Saudi berencana akan melarang penutupan toko.

Seperti dilansir situs hawamer.com, para pengkaji fiqih Saudi menyimpulkan antara lain:

 

  1. Menutup toko-toko pada waktu solat adalah tindakan bid’ah yang tidak tercantum dalam nash Qur’an maupun Sunnah kecuali waktu solat Jumat karena ada ayat tentang larangan itu. Menutup toko-toko yang terjadi di Negara kita sejak puluhan tahun yang lalu hanya didasari atas pemahaman Lembaga Amar Makruf dan Nahi Munkar tanpa dalil naqli ( tekstual) maupun aqli (rasional).

 

  1. Tidak menutup toko-toko pada waktu solat tidak menghambat penyebaran Islam dan masuknya manusia ke agama Islam berbondong-bondong karena karunia Allah, baik pada masa lalu maupun pada masa sekarang ini, khususnya di negara-negara non Muslim yang tidak menegakan syiar-syiar Islam, apalagi menutup toko-toko pada waktu solat.

 

  1.  Menutup toko-toko pada waktu solat bisa menyebabkan kebencian pada manusia dan menyulitkan mereka serta mengabaikan kepentingan-kepentingan mereka, seperti pada para musafir dan orang yang sakit. Karena itu, perlu adanya keseimbangan antara mendirikan solat dengan kepentingan-kepentingan umum bagi Negara dan rakyat, dan menuntut adanya keringanan-keringanan syariat. (ra/hawamer)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL