prof muhamd yunus

Foto: Antara

Jakarta, LiputanIslam.com — Hadir sebagai motivator, Professor Muhammad Yunus mengajak generasi muda bangsa agar menjadi pebisnis sosial, bukan memperkaya diri sendiri.

“Setelah lulus kuliah, jangan berpikir saya kerja apa, mengirim lamaran ke perusahaan. Tetapi jadilah orang yang memberikan pekerjaan, bermanfaat bagi hidup orang lain,” katanya.

Saat ini, data menunjukkan tingginya lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur. Pada tahun 2013, tercatat ada 360 ribu orang sarjana yang masih mencari-cari pekerjaan.

Tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi, tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan kerja yang memadai. Selain itu, persoalan terbatasnya informasi dan kualifikasi yang kurang memenuhi kompetensi juga menjadi pemicu utama mengapa penyerapan angkatan kerja. Para sarjana juga tak jarang terjangkiti penyakit gengsi dalam memilih pekerjaan, karena merasa memiliki ilmu yang mumpuni.

Lantas, solusi apa yang ditawarkan?

Pemenang Nobel Perdamaian 2006 ini menyatakan generasi muda dapat mempengaruhi orang dengan mendatangi mereka, mengajak bicara, memberikan ide dan menjadi fasilitator.

“Biarkan mereka belajar dari Anda, Anda memfasilitasi mereka. Anda bisa memulainya dengan memberi ide, solusi masalah mereka,” sarannya, seperti dilansir Antara, 16 September 2014.

Ia mengajak untuk menjadi pebisnis sosial, pebisnis yang bukan semata-mata mengejar keuntungan pribadi.

“Ini adalah bisnis yang bisa kamu ciptakan untuk membantu orang lain, tidak semata-mata memperkaya diri, yang terpenting jangan menjadi orang yang menggambil segalanya dari orang miskin seperti lintah darat,” katanya. (ph)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL